Oleh: Vivie Dihardjo 
(Komunitas Ibu Hebat)

Mediaoposisi.com- Hilir mudik lobi-lobi para ketua parpol membangun koalisi demi naiknya jagoan masing-masing. Sementara media berganti-ganti kabar antara musibah gempa lombok dan meningginya suhu politik menjelang pendaftaran capres dan cawapres. Rumitnya suksesi di alam demokrasi.

Suhu politik mulai meninggi bahkan 8 bulan sebelum hajat suksesi dilakukan. Dalam sistem islam berbagai cara (uslub) memilih  pemimpin pernah terjadi, namun tidak merubah prinsip-prinsip kepemimpinan dalam islam.

Seorang pemimpin haruslah seseorang yang menegakkan kalimat tauhid. Alqur'an menjelaskan dalam  Surat al Ikhlas ayat  1- 4 dan Albaqarah 163.

قل هو الله احد  الله الصمد  لم يلد ولم يولد  ولم يكن له كفوا احد
Katakanlah (Muhammad)  Dia adalah Allah yang Maha Esa (1) allah adalah tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu (2) Dia tiada beranak dan pula diperanakan (3) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4)

Surat al-Baqarah ayat 163
والهكم اله واحدلااله الاهو الرمن الرحيم
dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Seorang pemimpin haruslah seseorang yang adil. Menegakkan kedaulatan hukum tanpa pandang bulu. Hukum adalah sama bagi semua individu, kerabat bukan kerabat, kelompok dan golongan. Tidak ada grasi, amnesti, banding, atau kasasi dalam kebatilan.

Rasulullah bersabda:

"Hai segenap manusia, yang menghancurkan orang-orang terdahulu adalah bahwa ketika yang mencuri diantara mereka orang adalah orang yang terhormat, maka mereka melepaskannya, tetapi jika yang mencuri adalah orang yang lemah, mereka menjeratnya dengan hukuman. Demi Alloh seandainya Fatimah Binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya."

Seorang pemimpin adalah orang yang mempu menjaga persatuan umat bukan justru memecah belah. Pentingnya persatuan (ukhuwah islamiyyah) disebut didalam Alqur'an surat Ali Imran ayat 103,

واعتصموا بحبل الله خميعا ولا تفرقوا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (Agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."

Muhammad Bin Abdullah adalah teladan pemimpin pemersatu, kisah perselisihan pengangkatan dan peletakan Hajar Aswad ke tempat semula setelah pembangunan ka'bah selesai adalah bukti kecerdasan intuisi Muhammad Bin Abdullah memadukan semangat kesukuan dalam diri para pemuka kabilah dengan kebutuhan untuk bersatu.

Seorang pemimpin haruslah seorang yang yang terbuka terhadap saran, kritik dan membuka pintu musyawarah. Pentingnya musyarawarah juga dinyatakan didalam
surat As-Syuraa ayat 38

وامرهم شورى بينهم وممارزقناهم ينفقون
“ ….. Sedang urusan mereka  (diputuskan ) dengan Musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka.

Sebagai kepala negara Madinah Rasulullah membuka pintu musyawarah terhadap hal-hal yang bukan wahyu, seperti soal pertahanan didalam kota atau diluar kota pada saat perang uhud.

Seorang pemimpin selain adil juga berupaya keras untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi rakyatnya tanpa membedakan kelompok dan golongan. Seperti firman Alloh dalam surat An Nahl 90

ان الله يامر بالعدل والاحسان وايتائ ذى القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغى.
“Sesungguhnya Allah memerintahkan (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.”

Pada masa kekhilafahan Umar Bin Abdul Aziz pemerataan kesejahteraan rakyat sangat diperhatikan. Pengalokasian subsidi kepada masyarakat berdaya beli rendah sebagai tujuan distribusi zakat terus ditingkatkan pada masa Umar.

"Umar menyadari bahwa zakat merupakan sebuah instrumen pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan /(growth dan equity)," kata Adiwarman dalam Sejarah Ekonomi Islam (Republika.co.id 05/10/2017). Diakhir pemerintahan khalifah Umar Bin Abdul Aziz tidak ada orang yang mau menerima zakat hingga wilayah afrika.

Pertanyaannya apakah persiapan yang begitu panjang dan menghabiskan sumbedaya yang begitu besar baik material  maupun non material mampu memenuhi prinsip -prinsip kepemimpinan tersebut atau hanya sekedar berebut kursi kekuasaan?

Rasulullah saw. Bersabda
السلطان ظل الله فى الارض ياْوي اليه كل مظلوم
penguasa adalah naungan Allah di bumi, yang kepadanya orang yang teraniaya terlindungi”

Kepimpinan terbaik ada didalam kepemimpinan islam karena kekuasaan kepala negara adalah untuk menerapkan syariah islam agar tercipta negeri yang diberkahi Alloh. Baldatun toyyibun wa Rabbun ghafur.[MO/sr]

Posting Komentar