Oleh: Dian AK 
(Women Movement Institute)

Mediaoposisi.com- Prostitusi seakan telah melekat erat di jantung ibu kota. Berkali-kali Jakarta telah menutup tempat-tempat yang dijadikan praktek-praktek prostitusi, tetap saja ada yang lolos. Kalibata apartemen misalnya telah terkuak adanya praktek prostitusi yang sudah berjalan cukup lama.

Ironisnya, ternyata pelaku PSK nya ada yang masih di bawah umur. Bahkan pelanggan yang tertangkap juga masih berusia muda yaitu kisaran umur 16 tahun.  Ini bukan kali pertama kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Tahun sebelumnya telah terjadi prostitusi anak di Puncak, Bogor.

Perilaku mereka dalam prostitusi sungguh sangat memprihatinkan sekaligus meresahkan. Bayangkan, mereka adalah masa depan negara dan harapan bangsa. Di tangan merekalah estafet keberlangsungan negara dilanjutkan. Jika dicermati, terjebaknya mereka dalam dunia prostitusi tak terlepas dari dua hal.

Pertama, terhimpit ekonomi. Biaya hidup yang semakin mahal menjadi salah satu penyebabnya. Keterpaksaan mereka masuk dunia hitam ini menjadi satu pilihan meloloskan permasalahan hidupnya.

Kedua, mengejar gaya hidup kapitalis. Keinginan untuk memiliki segalanya menjadi salah satu tabiatnya. Tuntutan gaya hidup serba mewah dengan barang bermerk dan branded menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi.

Setidaknya faktor inilah yang menjadikan anak terjerumus dunia gelap. Anak yang seharusnya dilindungi, diayomi dan dipenuhi kebutuhannya. Nyatanya dalam dunia kapitalis malah dijadikan tumbal. Dijerumuskan dalam pekerjaan yang nyata-nyata haram.Untuk menyelamatkan asset bangsa ini perlu kiranya pemerintah turun tangan.

Pertama, membongkar semua jaringan dan sindikat prostitusi baik anak-anak maupun dewasa.

Kedua, memberikan pemahaman yang benar terkait perilaku maksiat ini dengan pendalaman akidah.

Ketiga, menutup rapat-rapat geliat kapitalis yang timbul dari segala media baik media sosial maupun elektronik.

Keempat, memberi hukuman yang setimpal kepada siapa saja yang masih melakukan perilaku maksiat ini.

Kelima, memenuhi kebutuhan pokok warganya disamping juga menstabilkan ekonomi negara.
Inilah sejatinya peran negara yang harus digencarkan. Karena fungsi negara salah satunya adalah melindungi rakyatnya dari demoralisasi.

Maka dengan suasana yang kondusif inilah akan menghantarkan anak-anak negeri menjadi bibit unggul calon penerus bangsa bukan menjadi pribadi-pribadi yang tak layak menjadi kader penerus bangsa ini.[MO/sr]

Posting Komentar