Oleh: Siti Paulina

Mediaoposisi.com- Asean Games 2018 yang dikenal sebagai pesta olahraga asia ke 18, acara olahraga multievent regional Asia yang akan diselenggarakan diIndonesia pada tanggal 18 Agustus- 2 September 2018, di 2 kota yaitu Jakarta & Palem bang dan ada beberapa tempat yang menjadi tuan rumah pendukung.

Dalam mempersiapkan pesta Asian Games, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta gedung-gedung di sekitar Sudirman-Thamrin memasang banner untuk menyemarakkan Asian Games 2018. Anies mengatakan Asian Games butuh dukungan semua pihak.

"Saya harap gedung-gedung semua untuk pemiliknya pengelolaannya menyiapkan banner, tulisan gambar untuk menyambut Asian Games. Rakyat kecil saja sudah menyambut, yuk rakyat yang besar-besar sambut juga," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018).

Dia berharap dengan seruan tersebut bisa menjadikan pesta Asian Games semakin semarak.
"Ini adalah peringatan bagi semuanya bahwa Asian Games hajat kita semua, seluruh bangsa. Saya meminta kita semua terlibat," papar Anies.

Anies juga mengimbau politikus tak memasang banner berlebihan yang tidak terkait Asian Games. Pihaknya ingin semua pihak mengutamakan Asian Games. Dia mengatakan,
"Kegiatan yang lain di nomor 3, 4, 5, 6. Nomor 1 Asian Games, nomor 2 Asian Games, nomor 3 Asian Games," terangnya.

Persiapan asean games semakin heboh, banyak dari berbagai kalangan baik kecil, muda maupun tua, turut andil dalam memeriahkannya. Pemerintah turun tangan langsung untuk menghimbau masyarakat dalam memeriahkannya. Dalam hal ini pemerintah sibuk sekali memikirkan dan mempersiapkan bagaimana pesta asean games bisa berjalan dengan lancar.

Mereka menyihir semua masyarakat untuk ikut memeriahkan acara tersebut. Mereka mengatakan kepada masyarakat bahwa mereka harus menyambut dan mendukung pesta itu. Hal ini terlihat bahwa pemerintah lebih mementingkan pesta olahraga dari pada masalah- masalah yang terjadi saat ini.

Mereka malah menomer satukan pesta yang menghabiskan uang banyak, padahal saat ini banyak masyarakat menjerit-jerit kesakitan menerima ketidakadilan pemerintah. Mereka lepas tangan dengan masalah yang terjadi, mereka lebih mengutamakan kesenangan mereka. Inikah yg dinamakan pemimpin?

Sebagai seorang pemimpin, seharusnya peka dengan kondisi yang ada, bukan malah membiarkannya. Yang pada nyatanya tampak didepan mata.

Pemerintah telah membiarkan masyarakat sengsara. Padahal umat ini membutuhkan negara yang mampu mengurusi urusan Mereka. Dimanakah peran negara? Dimanakah fungsi negara?

Melihat kondisi ini sudah seharusnya kita sebagai seorang muslim turut berjuang untuk menegakkan kalimat Allah dibawah naungan Khilafah islamiah, yang akan menerapkan seluruh syariat islam secara kaffah, yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam. [MO/sr]


Posting Komentar