Oleh: Septiya Eka Rahayu
(Alumni Ma’had Al-abqary)

Mediaoposisi.com- Nakal waktu masih kecil? Yah siapa sih yang tidak pernah nakal di waktu kecil, Seperti mengganggu saudara yang asik bermain, membuat cemas orang tua karena kelakuan kita, membuat onar, pembangkang, keras kepala, suka memberontak dan masih banyak lagi kenakalan-kenakalan di masa kecil.

Ini hal yang biasa, tapi lain halnya dengan tawuran. Itulah yang dilakukan oleh remaja satu ini, yang menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM Jakarta karena tusukan senjata tajam.. Dia tewas setelah sempat menjalani 11 hari masa observasi dan tiga kali operasi pengangkatan senjata tajam dari wajah korban. www.merdeka.com, 8/8/2018.

Miris sekali anak-anak remaja sekarang yang tak terbina pola pikir dan pola sikap nya sesuai syariat islam sehingga rasa keingin tahuan yang tak terbendung dan mencoba akan hal-hal yang bisa menimbulkan bahaya diri sendiri, dan menjadi pintu masuk kerusakan akhlak.

Ironis memang, diusia yang seharusnya menjadikannya pribadi yang brilian untuk diterapkan keutamaan akhlak dan etika, malah banyak yang tergadai oleh arus pergaulan yang kemungkinan mereka sendiri tidak tau bahwa perbuatan nya itu sudah keluar dari koridor yang islami.

Hingga terjadi banyak kenakalan remaja yang merajalela. Di  era sekarang yang biasa kita jumpai tentang sex, pra-nikah, anak-anak yang mulai mengenal alcohol,dan lain sebagainya, karena pola pikir mereka sudah terwarnai oleh noda hitam di dalam hatinya.

Jadi tidak heran banyak yang melakukan hal-hal di luar dugaan, contohnya seperti tawuran yang menggunakan senjata tajam, sehingga mengakibatkan korban luika-luka dan meninggal.
Dan semua kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang besar maupun yang kecil, bermuara pada tiga hal.

Pertama, terikatnya hati pada selain Allah. Kedua, mengikuti potensi marah. Ketiga, mengikuti hasrat syahwat.

Ketiga ini adalah perbuatan yang syirik, zhalim, dan keji. Puncak seseorang yang mengikuti amarah adalah membunuh, dan puncak seseorang menuruti syahwat adalah berzina.

Demikianlah Allah swt menggabungkan pada satu ayat tentang sifat  ‘ibadurrahman’ dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat pembalasan (dosanya) ( Surah  Al furqan:68).

Itulah sudah di gambarkan di dalam Al-quran bahwasanya akan mendapat balasan (dosanya) di akhirat kelak.

Oleh karena itu didalam islam kita akan didik menjadi kader-kader yang berguna bagi umat, karena islam bukan hanya mengatur hubungan nya sendiri dengan sesama melainkan hubungan dirinya dengan Allah swt.

Oleh karena itu bagi yang belum mempelajari islam lebih dalam, pelajarilah sekarang, terutama remaja, karena remaja adalah generasi emas yang memberikan banyak sumbasih bagi kemajuan umat.

Dan menuntut ilmu juga wajib bagi setiap muslim, agar pemikiran kita terbina sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak baik dilakukan khalayak nya seorang muslim. Jadi hanya satu, solusi mengatasi remaja jaman now, yakni menerapkan perintah Allah.

Karena Allah lah pencipta dan pengatur hidup manusia, dengan aturan yang sudah ditetapkan didalam Alquran dan Assunnah. Sehingga maniusia bisa meninggalkan kemaksiatan plus kegelapan dan berpegang teguh pada Al quran dan Assunnah (islam).[MO/sr]

Posting Komentar