Oleh: Umu kalya

Mediaoposisi.com- Baru-baru ini mulai mencuat kabar bahwa para koruptor mempunyai fasilitas mewah di dalam penjara Sukamiskin.Bukan hanya menimbulkan kecemburuan sosial bagi para napi yang dalam kasus yang berbeda,tetapi ini juga membuktikan bahwa hukuman penjara tidak membuat jera para koruptor untuk tidak mengulangi perbuatannya ketika mereka bebas nanti.

Karena tidak ada bedanya kondisi mereka di luar dan di dalam penjara,hanya gerak dan aktifitas saja yang di batasi lainnya nihil.Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara Bambang Sugeng Rukmono, mengatakan, praktik korupsi di Indonesia hingga saat ini sudah dalam tingkat mengkhawatirkan.

"Berbagai upaya represif dan preventif telah dilakukan oleh pemerintah, namun belum dapat berjalan secara efektif dan membawa hasil yang optimal," kata Bambang dalam pembukaan seminar memperingati Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-58 Tahun 2018 Kejati Sumut, di Medan, Rabu (Bisnis.com 18/7/2018).

Masalah korupsi memang masalah yang menggurita dalam sistem demokrasi kapitalisme.Bagaikan benang kusut yang tidak ada ujungnya jika ditarik dari arah sini,maka akan membuat tegang benang tersebut bahkan akan menimbulkan masalah lainnya.

Biaya demokrasi yang sangat mahal menimbulkan para bakal calon kontestan pemilu berlomba-lomba mencari dana segar untuk menaikan popularitas mereka di mata masyarakat.

Entah dengan cara yang elegant atau dengan jalan korupsi karena gaji dan tunjangan selama ini tidak memadai.Win-win solution antara pengusaha dan penguasa pun bermain disini akhirnya korupsi menjadi hal yang lumrah dalam sistem demokrasi.

Solusi demokrasi-kapitalisme untuk memberantas korupsi merupakan solusi yang terbukti telah gagal dalam pemahaman dan praktek.Sudah saatnya beralih kepada solusi real yang akan membuat jera para kopruptor pemakan uang rakyat.Solusi tuntas itu adalah:

1. Individu yang bertaqwa, dia tidak mungkin tergiur untuk berkhianat terhadap amanah yang sedang di jalankannya.

2. Sebelum menjabat menjadi penguasa,hartanya harus diaudit tuntas oleh petugas berwenang dan dihitung harta sebelum menjabat dan setelah menjabat.

3. Hukum yang membuat jera,jika maling ayam saja 3-5thn sudah seharusnya korupsi para koruptor lebih dari itu hukumannya karena sudah menyengsarakan rakyat banyak.

Ketiga solusi tadi tentunya hanya ada di sistem selain sistem yang ada sekarang karena banyak sekali bertentangan dengan pendapat manusia yang lain.ketiga solusi tadi hanya ada di dalam sistem yang berasal dari yang maha pencipta melalui ajarannya yaitu ajaran islam.Berarti solusi tadi adalah solusi aturan islam yang menyeluruh.[MO/sr]


Posting Komentar