Oleh: Irma Setyawati, S.Pd 
(aktivis muslimah peduli bangsa)

Mediaoposisi.com- Jokowi - KH. Ma’ruf Amin. Pasangan “Nasionalis Religius”  (demikian Jokowi menyebut pasangan ini pada deklarasi pasangan Capres Cawapres kemarin). Akhirnya terjawab sudah teka teki yang  berbulan-bulan di tunggu-tunggu masyarakat. Masyarakat saat ini memang sangat merindukan pemimpin yang memimpin  bangsa ini adalah dari kalangan ulama’.

Karena pada realitasnya sosok Nasionalis yang telah lama memimpin bangsa ini hanya melahirkan kepemimpinan yang pro kepada kalangan Sekuleris, Kapitalis dan Liberalis serta banyak melahirkan kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan masyarakat. 

Ibarat aoase di gurun pasir, kehadiran ulama’ sebagai pemimpin di negeri berpenduduk  muslim terbesar di dunia ini sangat di dambakan.  Ulama’ dengan pemahaman agama dan ketakwaannya yang kuat akan lebih amanah dalam mengemban kepemimpinan dan di harapkan mampu membawa bangsa ini jauh lebih baik.

Partai Nasionalis pun membaca keinginan masyarakat ini. Oleh karena itu, ketika mereka ingin menang di Pilpres 2019  mereka tidak mungkin maju dengan menggandeng tokoh nasionalis juga. Karena hal itu sama saja dengan bunuh diri politik.

Karena pemimpin nasionalis tidak lagi dilirik oleh masyarakat kerena telah banyak yang mengecewakan bahkan melukai hati masyarakat terlebih hati umat Islam. Dan pilihan untuk menggandeng ulama’ adalah pilihan yang sangat tepat untuk bisa menang di Pilpres 2019.

Dari sini, bisa di baca dengan jelas bahwa kaoalisi Nasionalis Religius arahannya adalah hanya untuk pemanfaatan suara umat Islam  dalam memenangkan Pilpres 2019 .

Karena setelah menang, suara Ulama’ bahkan suara umat Islam tidak akan banyak mempengaruhi apalagi mengubah arah kebijakan negeri ini yang sudah terlanjur berpuluh puluh tahun mengadopsi sistem kapitalis liberalis , bukan sistem Islam.

Dan tidak akan pernah bisa dan tidak akan juga mungkin Islam akan di kawinkan dengan Kapitalis Liberalis karena dari sisi asas dan arah kebijakan sudah berbeda dan saling bertentangan. Walhasil, koalisi Nasionalis Religius hakikatnya hanya akan menjadikan ulama’ dan umat Islam yang berada di belakang ulama’ sebagai tumbal kepentingan kalangan Nasionalis.[MO/sr]

Posting Komentar