Oleh : Henyk Widaryanti 
"Aktivis Pemerhati Aqidah dan Peradaban"

Mediaoposisi.com-Bagaikan kisah di negeri dongeng. Muncul sebuah kerajaan di tengah negeri zamrud khatulistiwa. Di kepalai oleh seorang Ratu titisan Nyai Roro Kidul. Bernama Aisyah.

Ia menjalankan pemerintahan bersama suaminya Rudi. Kerajaan ubur - ubur ini dianggap meresahkan masyarakat. Pasalnya ajaran yang disampaikan bagaikan menistakan Islam. Mereka mengajarkan jika Allah punya maqom.

Nabi Muhammad itu perempuan. Bahkan dilingkungan tempat tinggalnya tidak pernah melaksanakan sholat berjamaah. Warga resah dengan perkumpulan ini. Sehingga mengambil keputusan dilaporkan polisi.  Keputusan penistaan agama belum diberikan. Karena masih menunggu pengkajian dari MUI.

Melihat ajaran yang disampaikan, jelas bertentangan dengan Islam. Islam menyampaikan bahwa Allah itu Esa. Berkedudukan di Arsy. Sebagaimana firman Allah :

 "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam" (QS Al-a'raf : 54)

Jelas sudah, ajaran kerajaan ubur - ubur bertentangan dengan Islam. Dan jika itu dibiarkan akan menimbulkan permasalahan. Bisa membahayakan  aqidah kaum muslimin. Akibat terburuknya bisa memurtadkan kaum muslimin. Hal ini berbahaya. Butuh peran negara untuk mengatasinya.

Oleh karena itu perlu tindakan tegas untuk menyelesaikan kebohongan ini. Apabila cara mendakwahi secara baik tidak mampu. Pemimpin kaum muslimin perlu mengambil tindakan sebagaimana yang dilakukan para sahabat.

Di negeri ini banyak sekali bermunculan agama - agama yang mengatasnamakan Islam. Namun ternyata tidak sesuai dengan ajaran Islam. Mulai dari kasus Lia eden, Ahmadiyah, Gafatar, Kerajaan Ubur - Ubur, dll. Munculnya masalah aqidah di tengah - tengah kaum muslimin ini karena kurangnya kontrol negara atas aspek ini. Negara yang mengambil demokrasi sebagai pemerintahannya, akan menganggap semua agama benar. Bahkan sekarang pun tidak beragama itu dibolehkan. Negara hanya menganggap Islam sebagai agama ritual.[MO/an]

Posting Komentar