Oleh : Syamsiah Siddin, AMK
(The Voice Of Muslimah Papua Barat)

Mediaoposisi.com- Islam adalah agama yang diturunkan Allah swt. Kepada nabi Muhammad saw. dengan seperangkat aturan yang mengatur tentang hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan dirinya sendiri dan manusia dengan sesamanya.

Begitu kompleksnya aturan didalam islam, hingga islam mengatur seluruh urusan/aspek kehidupan mulai dari urusan dunia hingga akhirat, tidak hanya mengatur masalah ibadah mahdoh seputar puasa, sholat dan zakat saja tetapi semuanya, baik itu ekonomi, politik, sosial, budaya, pergaulan, pendidikan dan sebagainya.

Itulah mengapa islam juga disebut sebagai sebuah mabda/ideologi. Mabda/ideologi adalah pandangan hidup terkait apa yang akan kita lakukan di dunia ini.

Maka penting sekali kita mempunyai pemikiran menyeluruh tentang dunia ini. Baik itu sebelum kehidupan dan sesudah kehidupan yang kemudian dikaitkan dengan kehidupan yang sedang kita jalani saat ini sehingga mampu melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan.

Nah, kalau sudah berbicara mabda islam berarti kita sudah menyakini bahwa sebelum kehidupan ada Allah swt sebagai sang khaliq yang telah menciptakan dunia ini beserta isinya. Begitu pula menyakini bahwa setelah kehidupan ada akhirat sehingga wajib bagi semua umat muslim menjalani kehidupan ini terikat dengan hukum syara dan aturan- aturan Allah.

Jadi, islam tidak boleh dipisahkan dari kehidupan. Baik itu saat kita disekolah, di pasar, dilingkungan tempat tinggal, di kantor atau dimanapun kita berada begitu pula saat belajar, jalan, minum, tidur, duduk, bekerja dan apapun aktivitas kita semuanya harus sesuai dengan perintah dan larangan Allah swt. Inilah yang dimaksud dengan hubungan antara kehidupan ini dengan kehidupan sebelumnya yaitu menjalani kehidupan ini sesuai aturan sang pencipta.

Dan berdasarkan perbuatan kita di dunia, kelak kita dimintai pertanggung jawaban dari Allah swt. Inilah yang disebut dengan hubungan antara kehidupan didunia dan sesudahnya yaitu akhirat. Sehingga salah besar ketika kita mengaku bahwa kita adalah seorang muslim namun hanya menjalankan sebagian-sebagian aturan yang kita suka saja, yang kita mampu saja dan menolak sebagian lain yang tidak kita sukai dan sulit menurut kita.

Sedangkan Allah memerintahkan kita untuk masuk kedalam islam secara kaffah ( menyeluruh )
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

[البقرة/208]

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh nyata bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Nah, salah satu ujian terbesar seorang muslimah adalah menutup aurat secara sempurna seperti yang diperintahkan Allah swt.

(يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا

رَحِيمًا)



"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [Surat Al-Ahzab 59]

Tidak hanya diperintahkan untuk memakai jilbab ( gamis ) tapi Allah juga memerintahkan wanita muslim untuk berkerudung seperti firman Allah dalam surah an - nur ayat 31 ( dan hendaklah mereka menutup kain kerudung hingga dadanya ). Ada lagi ni,



«قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ»

"Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapaktangannya)." (HR Abu Dawud)

Itu artinya, kaki kita juga merupakan aurat yang wajib ditutupi dan tidak ada perbedaan diantara ulama tentang hal ini. Jadi sempurnakan identitas kita sebagai seorang muslimah dengan jilbab ( pakaian longgar, tidak transparan tanpa potongan/gamis ), kerudung yang menutupi dada dan tidak transparan plus kaos kaki.

Inilah bentuk penjagaan Allah kepada mahluk terspesial di muka bumi ini yang bernama wanita. Karena Allah yang menciptakan maka Allah lah yang paling tahu cara menjaganya. Sebagai hamba kita tidak punya pilihan lain selain sami'na wa atho'na (dengar dan taat ).

Karena sejati Allah maha baik maka hanya kebaikan pula yang diberikan Allah. jangan sampai kita mudah tersepona #ehh terpesona dengan fasion ala barat dan korea yang sedang mendominasi remaja saat ini, yang hanya mendatangkan keburukan baginya didunia dan kemurkaan Allah di akhirat kelak. Apalagi menjadi islam phobia yang enggan menunjukkan identitasnya karena takut dengan isu yang beredar bahwa kerudung besar, cadar dan islam adalah teroris. Hati-hati yaa Karena aqidah kita yang menjadi taruhannya disini. Na'uzubillah tsumma na'uzubillah

Itulah mengapa kita wajib untuk terus mendekat kepada Allah swt. Dan terus mempelajari islam agar kita tak mudah menjadi muslimah yang krisis identitas tapi Kita mampu menjadi muslimah yang cerdas dan tangguh dengan islam sehingga bangga dengan identitas keislaman kita.[MO/sr]

Posting Komentar