Oleh: Lilih Solihah 
(komunitas revowriter Karawang)


Mediaoposisi.com-Gempa bumi mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat, Minggu 5 Agustus 2018 berkekuatan 7 SRI dan getarannya terasa hingga ke pulau Bali, gempa susulanpun masih sering terjadi hingga kamis (9/8/2018) pagi tercatat 318 kali gempa, warga yang kaget akan goncangan gempa susulan berhamburan lari keluar rumah.

BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di 8.36 LS, 116.22 BT sekitar 6 km ke arah barat laut Lombok Utara, pusat gempa berada di kedalaman 12 km (sumber: kompas.com )

Korban tewas hingga kamis  (9/8/2018) pun terus bertambah 347 orang.  1.47 orang mengalami luka-luka dan 156.003 masih mengungsi bangunan pun banyak yang rusak, Rumah, Sekolah, Tempat ibadah dan lain-lain, begitu informasi yang disampaikan oleh Bupati Lombok Utara Iwan Asmara  (sumber: cnn Indonesia.com)

Indonesia termasuk negara yang rawan bencana, mulai dari tsunami, gempa bumi, gunung meletus, kekeringan, dan sebagainya. Ini terjadi karena letak geologis yang sering bergesekan, secara geografis terletak pada samudera Hindia dan samudera Fasifik dan menyebabkan cuaca yang berubah-ubah

Sebagai seorang muslim semestinya kita berkaca dari sudut pandang agama kenapa bencana ini bisa terjadi, ?.

Allah SWT berfirman: "kebajikan apapun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apapun yang menimpamu itu dari  (kesalahan) dirimu sendiri, kami mengutusmu  (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia dan cukuplah Allah yang menjadi saksi" (QS. An-Nur :79)

Manusia itu adalah makhluk lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa ketika musibah datang secara tak terduga. Allah SWT berfirman: "atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah  (yang tidak terduga duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi" (QS. Al-a'rof :99)

Segala yang terjadi di alam semesta ini terjadi atas kehendak -Nya maka seharusnya kita sebagai muslim bermuhasabah atau mengoreksi diri kenapa Allah berikan musibah ini,
Jika pun ada yang salah dengan diri kita maka segeralah ubah, bertobatlah karena ini bisa jadi peringatan atas kemaksiatan kita kepada Allah. 

Sering melalaikan hukum Allah maka Allah beri peringatan untuk bertujuan menyadarkan kita sebagai hamba Allah untuk kembali pada hukum -Nya.


Jika tidak ada yang salah dengan kita dalam kondisi taat dan patuh pada Allah maka ini bisa dikatakan sebagai ujian, ujian bagi kesabaran kita sebagai seorang mukmin untuk meningkatkan kadar keimanan kita

Gempa yang terjadi di Lombok tidak hanya sekedar bencana alam biasa,  bisa juga sebagai peringatan ataupun ujian, sudah sepantasnya kita sebagai umat-Nya bermuhasabah diri dan sabar dalam menghadapi musibah.

Bersegeralah memohon ampunan-Nya,  bersegeralah untuk taat dan patuh pada aturan-Nya. [MO/sr]




Posting Komentar