Oleh: Jasli 
(Member Akademik Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com-  Banyak yang melakukan aktivitas tertentu tapi tidak mengetahui apa tujuan dari yang dilakukan. Ini bahaya. Bayangkan bila seseorang yang pergi ke hutan yang tidak punya tujuan. Untuk apa dia ke hutan. Apa yang terjadi kira-kira? Bisa jadi orang tersebut akan berputar-putar saja di dalam hutan. Bisa jadi pula dia akan tersesat tak tahu jalan pulang.

Tak tahu jalan keluar dari hutan. Bagaimana pula halnya orang yang pergi ke laut, jika tak punya tujuan ke laut, hanya berputar-putar, apalagi musim ombak, kira-kira apa jadinya ya? Bagaimana pula orang desa ke kota, orang kuliah, sekolah, orang kerja, semua tak mengetahui apa tujuan yang mereka lakukan. Apa jadinya ya?

Lebih parah lagi, orang hidup di dunia saat ini, tidak mengetahui apa tujuan hidupnya. Bukan asal tujuan. Tujuan sebenar-benarnya. Tujuan pokok bukan tujuan cabang. Diumpamakan pohon, tujuan itu seperti akarnya. Diumpamakan rumah, tujuan itu pondasinya.

Jika tujuannya jelas maka hidupnya pun akan jelas. Tidak amburadul. Tidak mengikuti arus. Tidak terombak ambing. Sebagai muslim, pasti sudah mengetahui tujuan hidup kita, sebagaimana dalam firman Allah,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ  اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku".
[QS. Az-Zariyat: Ayat 56]

Disini jelas apa tujuan hidup kita. Jelas Allah menciptakan manusia untuk apa. Tiada lain tiada bukan, semua hanya untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah. Apa saja cakupan ibadah. Menurut KBBI, ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Jadi, jelas menurut pengertian diatas, ibadah adalah menaati perintah dan menjauhi larangan Allah semuanya.

Dalam pembahasan lebih lanjutnya, cakupan ibadah dibagi menjadi 3 hubungan.

Pertama, hubungan kita langsung dengan Allah. Yang termasuk dalam hal ini yaitu seluruh ibadah mahdoh (Shalat, puasa, shalat, zakat, haji, jihad, sebagainya) dan aqoid(aqidah).

Kedua, hubungan kita dengan dirinya kita sendiri seperti apa dan bagaimana kita kita makan, minum dan berakhlak.

Ketiga, hubungan kita dengan sesama manusia lain. Yang masuk dalam capukan ini adalah sistem ekonomi, sosial, pidana, pendidikan, pemerintahan dan politik luar negeri Islam.

Sehingga semua hidup kita terikat dengan syariat Islam. Terikat dengan hukum syara'. Jelas kita bedakan. Bukan hanya slogan kosong seperti 'kembali kepada Allah', "melaksanakan perintah Allah menjauhi larangannya". Tanpa mengetahui bagaimana penjelasan lanjutnya. Tetapi mengetahui secara jelas apa saja cakupan perintah Allah.

Memang semua ini hanya bisa diterapkan secara kaffah, secara menyeluruh, secara total dalam sistem Islam itu sendiri bukan pada sistem yang lain seperti demokrasi, sosialis, kerajaan dan sebagainya. Sistem Islam itu hanya satu, khilafah, yang mengikuti manhaj kenabian. Sistem pemerintahan yang mengikuti metode kenabian.

Bukan mengikuti metode kompromi, nasionalis, sekuler dan sebagainya. Dan saat ini jika ditanya apakah seluruh perintah Allah seperti yang saya sebutkan diatas sudah kita laksanakan? Cakupan pertama maupun kedua  mungkin sebagian orang sudah melaksanakannya.

Tapi bagaimana dengan cakupan ketiga, sebagian negara mungkin sudah melaksanakanya tapi ini pun belum semua dilaksanakan seperti di Arab Saudi itu hanya beberapa cakupan ketiga yang dilaksanakan. Selebihnya belum. Kenapa demikian? Padahal kita diperintahkan melaksanakan hukum Allah, menaati Allah secara sempurna. Jelas seperti firman-Nya,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآفَّةً ۖ  وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ؕ  اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu". [QS. Al-Baqarah: Ayat 208]

Ini semua karena sistem khilafah, sistem pemerintan Islam itu belum ada. Belum ada negara manapun di dunia ini yang menerapkan hukum Allah secara total. Secara keseluruhan.

Maka dari itu, wahai orang-orang yang beriman, ayo sama-sama kita berusaha, berjuang menerapkan Islam secara keseluruhan, secara totalitas dalam bingkai khilafah. Sehingga semoga dengan itu, tercapailah tujuan kita diciptakan.[MO/sr]


Posting Komentar