Oleh : Riska Puji Amalia
(Mahasiswa, Tegal)

Dalam kesepakatan antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan  McMoran Inc, meneken pokok kesepakatan divestasi atau Head of Agreemennt (HoA) saham PT Freeport Indonesia. Inalum akan menguasai 41,64 persen PTFI. Langkah ini untuk menggenapi 51 persen kepemilikan saham oleh pihak nasional.

Inalum akan mengeluarkan dana sebesar USD 3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi dari Rio Tinto di Freeport Indonesia dan 100 persen saham Freeport McMoran di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36 persen saham di Freport Indonesia.

Hal ini menggambarkan potret penjajahan asing. Tidak hanya Freeport,  kekayaan alam Indonesia lainnya pun, bukannya dinikmati oleh rakyat Indonesia tapi justru masuk dan dikelola asing, arogansi dan kerakusan mereka atas negeri ini. Tentu di antaranya karena perusahaan itu di back up penuh oleh negaranya, yakni AS. Dengan demikian, eksploitasi Freeport merupakan gambaran penjajahan oleh AS sendiri atas negeri ini.

Pemberian izin pengelolaan tambang Freeport jelas menyalahi Islam. Karena dalam Islam, tambang yang berlimpah haram diserahkan kepada swasta, apalagi asing.

Abyadh bin Hamal ra. Pernah menuturkan :

Ia datang kepada Rasulullah SAW. Ia meminta (tambang) garam. Beliau lalu memberikan tambang itu kepada dirinya. Ketika ia hendak pergi, seseorang di majelis itu berkata, “Apakah Anda tahu apa yang Anda berikan? Sungguh Anda telah memberi dia (sesuatu laksana) air yang terus mengalir.” Ia (perawi) berkata, “lalu Rasul menarik kembali tambang itu dari Abyadh. (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Dalam aturan Islam, kekayaan alam merupakan kepemilikan umum  yang wajib dikelola oleh negara dan haram dikelola swasta. Begitu juga hasilnya dipergunakan untuk umum. Penjajahan kapitalis yang memaksakan aturan neolib pada pemimpin negeri ini menyebabkan lepasnya kepemilikan sumber daya alam. Selama sistem ini terus bercokol, kondisi tidak akan berubah.

Kekayaan alam mendesak untuk diselamatkan. Penjajahan harus segera diakhiri, dan harus mewujudkan kemandirian negara. Semua hanya bisa terwujud dengan menerapkan syariah secara menyeluruh.

Perlunya ganti sistem dengan Islam, karena hanya dalam Islam-lah yang mempunyai aturan yang jelas tentang pengelolaan sumber daya alam umat guna bertujuan untuk kesejahteraan bersama.[mo/vp]

Posting Komentar