Oleh: Khaliza Fahira
Mediaoposisi.com- Kriminalisasi sebagai bentuk pembungkaman euforia islam menimpa sederet ulama,terkhusus HRS,Imam besar FPI.

"Penetapan HRS sebagai tersangka menunjukkan bukti kriminalisasi ulama.Penetapan sebagai tersangka tidak memiliki dasar hukum" ungkap ustadz Ismail Yusanto dalam konpers yang digelar presidium Alumni 212

Selain itu,intimidasi terus dilakukan pemerintah terhadap ormas islam HTI yang dianggap membahayakan NKRI. (tribunnews.com 31/5)

Dengan kasus lain,aparat menunjukkan langkah yang menyudutkan islam,pasalnya Tim densus 88 antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Medan,Sumatera Utara.Yg ditangkap adalah MYR (28) seorang pria berprofesi sebagai ojek online.
Tim densus juga sempat menggeledah rumah orangtua MYR dan mengamankan 1 buah Al-Qur'an besar,1 buah Al-Qur'an kecil,kaset CD,notes merah berisi fotocopy KTP.(tribunnews 17/5)

Kepanikan rezim semakin terlihat ketika beberapa hari lalu diambil kebijakan untuk memantau Medsos & HP Mahasiswa & dosen untuk mencegah berkembangnya radikalisme dikampus. (INews.id 5/6)

Penghembusan berbagai isu yang menyudutkan islam terus dilakukan,media cetak,elektronik,online yang kontra terhadap islam disetting penuh untuk menjatuhkan citra islam.Tujuannya tak lain membuat Non-Muslim anti islam,bahkan Muslim pun menjadi phobia agamanya sendiri.Maka tak heran,banyak muslim yang ikut memisahkan agama dan hidup.Sekulerisme.

Setelah para ustad & ulama dikriminalisasi,kini tak cukup menekan para 'warisatul anbiya' kriminalisasi inipun disasarkan pada pesantren,ormas islam,mahasiswa,dosen,santri,hingga anggota rohis yang notabene berusia dibawah 20 tahun oun dicurigai menjadi benih benih terorisme
Inilah bukti,semakin tampak bahwa rezim mengidal phobia akut.

Berbagai upaya ditempuh untuk menyebar opini & penyakit ini ke masyarakat luas.Islam dipandang sebagai suatu yang ekstrim,keras,anti kebhinekaan,anti persatuan.Pandangan ini kemudian berusaha ditujukan agar umat muslim ketakutan bahkan tak peduli tubuhnya sendiri.

Ulama,santri,wanita berniqab,hingga semua orang yang mengkaji & menginginkan islam kaffah dianggap rusak pemikirannya.

Nyatanya,inilah yang sebenarnya berhasil dilakukan para antek asing yang mulai kegerahan dengan semakin bertambahnya jumlah umat yang menginginkan islam kaffah.Penerapan islam,syariah,dalam bingkai khilafah satu satunya yang akan menjamin jiwa,kehormatan,keamanan bagi semua masyarakat,baik Muslim maupun Non-Muslim.

Telah jelas dikisahkan pada masa Rasul dan sahabat menerapkan Islam,dalam Daulah islamiyyah,Islam berjaya,tentaranya yang hebat ditakuti musuh,aturannya yang adil menjamin hingga hak hak Non-Muslim yang tinggal didalamnya sekalipun [MO/sr]

Posting Komentar