Oleh: Merli Ummu Khila 

Mediaoposisi.com-  PT Pertamina (Persero) segera menjual Elpiji 3 kg non subsidi. Rencananya, Elpiji tersebut diluncurkan pada 1 Juli 2018 mendatang.

"Per 1 Juli," kata Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat halalbihalal di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2016).Namun begitu, dia belum buka suara soal harga Elpiji 3 kg non subsidi. Dia mengatakan, Elpiji itu akan dipasarkan seperti Elpiji pada umumnya.

"Ya dijual saja cuma ini tidak subsidi," ujarnya.(sumber:Detik Finance, Sabtu, 23 Jun 2018 09:50 WIB
Meski berdalih bahwa Elpiji tersebut untuk masyarakat mampu,

tapi tidak menutup kemungkinan bahwa nanti secara perlahan Elpiji yang subsidi akan hilang sama hal nya dengan bensin yang sekarang sudah tidak ada di peredaran. Hal ini bukan tanpa alasan karna di berbagai daerah kelangkaan gas elpiji 3 kg, bahkan harganya melebihi harga net yang disarankan.

Sebut saja di daerah Lamongan - Warga di sejumlah kecamatan di Lamongan sejak 3 hari ini kesulitan elpiji 3 kg. Stok ketersediaan tabung elpiji ini banyak yang kosong di pengecer dan juga di pangkalan.
Beberapa kawasan di Lamongan yang stok ketersediaan elpiji terhambat tersebut di antaranya adalah warga Kecamatan Turi, Kecamatan Kalitengah, Kecamatan Glagah dan beberapa kawasan lainnya.

Akibat ketiadaan stok elpiji ini, banyak warga membawa tabung elpiji kosong mereka ke kota. Namun, kondisi serupa rupanya juga terjadi di Kota Lamongan. "Saya jauh-jauh dari Glagah ke agen-agen elpiji yang di kota, ternyata ya sama, tidak ada stok," kata Bambang, warga Glagah. (Sumber :detikNews / Jawa timur, Sabtu 30 Juni 2018, 21:18 WIB)

Gas Elpiji sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, terlebih masyarakat perkotaan, setelah beralih dari minyak tanah ke gas.

Ketika ada pemberitaan di media bahwa akan ada penjualan Elpiji 3 kg non subsidi tentu saja masyarakat berspekulasi bahwa akan ada kelangkaan gas bersubsidi dan lambat lain akan hilang dari peredaran ditambah lagi tidak ada press conference dari pemerintah melalui media atau sosialisasi ke masyarakat luas bahwa gas Elpiji yang akan dijual khusus masyarakat mampu.

Dalam islam, gas Elpiji termasuk kepemilikan umum atau masyarakat luas baik yang mampu mau pun yang tidak mampu, sebagaimana hadist yang diriwayatkan Ibnu Majjah dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:

Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal; air, padang rumput, dan api, dan harganya haram”.[HR. Imam Ibnu Majah]

Didalam Islam migas termasuk ke dalam kepemilikan umum. Negara bukanlah pemilik migas, namun negara bertugas mewakili umat untuk mengelola migas demi kemaslahatan umat. Jadi dalam islam gas itu harus  gratis karena kepemilikan umum tidak boleh diperjualbelikan. Jika negara betul-betul mengelola migas untuk kesejahteraan rakyat tentu saya harga gas Elpiji tidak semahal ini.

Dalam islam begitu sempurna nya kehidupan diatur sebagaimana kebutuhan pokok seperti air, padang rumput dan api menjadi kepemilikan umum jadi tidak bisa di kuasa oleh pribadi dan tidak boleh diperjualbelikan, karena 3 hal tersebut menjadi kebutuhan dasar manusia, bisa di bayangkan jika ketiga nya di kuasai oleh asing,

Contoh saja migas yang saat ini dimana pengelolaannya sebagian besar dikelola oleh korporasi minyak raksasa asing yaitu Chevron, Total, Shell, jadi wajar saja gas semakin mahal. [MO/sr]


Posting Komentar