Oleh: Ummu Fahima

Mediaoposisi.com-  Problem lemahnya mata uang rupiah di hadapan dolar sebetulnya bukan sekedar soal teknis sehingga merasa cukup dihadapi dengan solusi taktis pragmatis seperti menaikkan suku bunga atau lainnya. Contoh riil yang sudah terjadi yakni terombang ambingnya kurs mata uang rupiah.

Hal tersebut seperti yang dilansir dalam https://m.detik.com/finance/bursa-dan-valas/d-4080625/rupiah-keok-lawan-dolar-as-kenaikan-suku-bunga-bi-tak-mujarab.

"Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) kembali mendapatkan pekerjaan rumah untuk mengembalikan kestabilan nilai tukar Rupiah. Dolar AS kini kembali tembus ke level Rp 14.000.
Padahal Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak 2 kali jadi 4,75%. BI bahkan berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan."

Umat Seharusnya Kembali Pada Sistem Ekonomi Islam
Penting untuk menyadarkan umat tentang bahaya penerapan sistem ekonomi dan moneter ala kapitalisme di negara ini maupun lainnya. Mengapa? Hal tersebut akan dapat semakin mengukuhkan jalan hegemoni penjajahan negara adidaya atas Indonesia serta dunia.

Beberapa prinsip dan pola sistem kapitalis yang menyebabkan terjadinya krisis di beberapa negara di bawah hegemoni penjajah negara adidaya diantaranya sistem perbankan dengan suku bunga,

berkembangnya sektor non riil, utang luar negeri yang menjadi tumpuan pembiayaan pembangunan, penggunaan sistem moneter yang tidak disandarkan pada emas dan perak; dan liberalisasi atau swastanisasi sumberdaya alam.

Seharusnya umat sadar dan kembali pada penerapan sistem ekonomi Islam dengan fakta kondisi ekonomi saat ini. Sistem ekonomi islam tentunya akan menghasilkan perekonomian yang stabil, jauh dari krisis, tumbuh secara hakiki dan berpengaruh riil pada taraf hidup masyarakat. Hal tersebut pernah diterapkan selama kurang lebih 13 abad lamanya.

Kestabilan ekonomi dalam sistem ekonomi islam akan diperkokoh dengan sistem moneter Islam melalui pemberlakuan mata uang yang berbasis emas dan perak, atau dinar dan dirham. Mata uang difungsikan sebagai alat tukar bukan sebagai komoditi lainnya sehingga nilai tukarnya akan stabil.

Kemakmuran umat pun akan terwujud dengan pengelolaan SDA sesuai syariah. Kemakmuran dirasakan umat baik muslim maupun non muslim. Adapun penerapan sistem ekonomi islam hanya akan terwujud dengan menerapkan syariah Islam kaffah di bawah sistem Khilafah ala minhaj nubuwwah. Tidak mungkin dengan sistem kehidupan lainnya.[MO/sr]


Posting Komentar