Oleh: Haritsa Az-zahra

Mediaoposisi.com- Multaqo atau pertemuan ulama dan dai se-Asia tenggara,Afrika dan Eropa v ditutup dengan menghasikan 10 poin.

Beberapa poin pertemuan ulama tersebut lebih menekankan pada pentingnya rahmat dalam islam dan hidup berdampingan secara damai dam harmoni antara muslim dan non muslim,penggunaan  IT untuk berdakwah. Mengingat indonesia sebagai negara muslim terbesar dalam hal jumlah maka memainkan peran penting utama dalam menciptakan perdamaian dunia.

Anies Baswedan  Gubernur DKI Jakarta yang menutup acara tersebut menyimpulkan 10 poin itu dan menekankan bahwa Islam adalah wadah semua umat manusia membangun cinta kasih kepada sesama.

Ulama adalah sosok mulia, karena ia merupakan pewaris nabi, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud:

"Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah memperjalankannya diatas salah satu jalan surga sesungguhnya para malaikat meletakan sayap mereka karena ridho kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada didasar laut. Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang, sesunggguhnya ulama itu pewaris nabi. Sesungguhnya para nabi tidak pernah mewariskan ilmu. Karena itu siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar",(HR.Abu Dawud, Ibn Majah, At-Tirmidzi, Ahmad,Ad-Darimi, Al-Hakim Al-Baihaqi dan Ibn Hiban)

Begitu mulianya kedudukan ulama sampai Rasulullah menyebutnya sebagai pewaris para nabi. Hal ini karena mereka melakukan aktivitas seperti yang dilakukan oleh para nabi, yakni menyampaikan dan menyebarluaskan ayat-ayat Allah serta serta mengajak umat untuk menjauhi kekufuran dan kemaksiatan.

Semua aktivitas yang dilakukan mereka didorong karena keikhlasan dan hanya mencari ridho Allah.
Peran ulama sangat penting untuk senantiasa membangkitkan kesadaran umat akan hal-hal yang dapat menjauhkan umat dari upaya menjadi muslim sejati.

Jebakan-jebakan demokrasi terhadap kalangan ulama dapat memudarkan umat dalam memahami islam. Karena itu sangatlah penting bagi para ulama untuk melakukan politik islam yaitu politik yang berorientasi pada pemeliharaan urusan umat berdasarkan aturan Allah.

Ketidakpedulian ulama terhadap politik akan membawa bahaya, karena penguasa akan semakin sewenang-wenang tanpa ada yang mengingatkan.

Diamnya ulama terhadap kebikan politik penguasa yang jauh dari aturan Islam akan semakin menambah penderitaan masyarakat. Kebijakan liberalisasi ekonomi, privatisasi, kapitalisasi pendidikan dan kesehatan seharusnya dilawan dan dihentikan oleh para ulama karena akan membahayakan dan mengancam kesejahteraan umat.

Islam mengatur permasalahan politik. Dalam Islam politik dikenal dengan istilah ‘siyasah’. Secara bahasa siyasah berarti mengatur, memperbaiki dan mendidik. Sedangkan secara etimologi, siyasah (politik) memiliki makna yang berkaitan dengan negara dan kekuasaan.

Islam mengatur urusan masyarakat dan negara, sebab Islam bukanlah agama yang mengatur ibadah secara individu saja.

Namun, Islam juga mengajarkan bagaimana bentuk kepedulian kaum muslim dengan segala urusan umat yang menyangkut kepentingan dan kemaslahatan mereka, mengetahui apa yang diberlakukan penguasa terhadap rakyat, serta menjadi pencegah adanya kedzaliman oleh penguasa.

Ulama memiliki peran mencerdaskan um at agarbisa memahami betapa pentingnya berpolitik sebagai landasan munculnya gerakan Islam melalui dua arah, yaitu secara kultural dan struktural.

Aktivitas gerakan Islam secara kultural akan terfokus pada proses dakwah di suatu negara agar tetap sesuai dengan ajaran Allah subhanahu wa ta’ala, sedangkan secara struktural dapat mempengaruhi dibatalkannya atau direvisinya kebijakan-kebijakan pemerintah yang akan membawa kerugian terhadap masyarakat.[MO/sr]

Posting Komentar