Oleh: Susi Arunika 
(Penulis Bela Islam)

Mediaoposisi.com- Minggu (29/07/2018), Lagi Dan Lagi terjadi peristiwa gempa 6,5 skala Richter di wilayah perairan laut Sumbawa Nusa Tenggara Barat, dan Getaran terasa hingga di Bali.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  menyatakan bahwa akibat peristiwa gempa 6,4 skala Richter yang mengguncang wilayah Bali dan Sumbawa,  telah menambah korban jiwa menjadi 10 orang. Dimana tercatat delapan orang meninggal dunia di Kabupaten Lombok Timur dan dua orang di Kabupaten Lombok Utara.

Hingga Minggu ini pukul 09.45 WIB tercatat dampak gempa menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis.

Guncangan yang terjadi pada pukul 05.47 WIB Ini menimbulkan kerusakan fisik dan juga gempa susulan yang akan terus berlangsung, dan sudah terdeteksi 66 kali hingga nanti 09.20 WIB.

Gempa dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami ini adalah hal yang alamiah dimana setelah terjadi gempa besar, akan diikuti oleh gempa susulan yang lebih kecil dalam rangka mencari keseimbangan antara sistem lempeng atau sesar yang ada." kata Sutopo

Dalam mengatasi gempa susulan tersebut tim gabungan sudah melakukan penanganan darura,  di mana Sutopo memperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan berdasarkan laporan bahwasannya akan terjadi longsor susulan cukup besar dari Gunung Rinjani ke arah utara pasca gempa.

Olehnya it, saat ini jalur menuju ke pendakian Gunung Rinjani terpaksa harus ditutup.
Menanggapi kasus gempa di atas, sesungguhnya hal ini sebagai tanda atau menyadarkan para hamba untuk meninggalkan perbuatan Syirik dan melanggar perintah atau melakukan yang dilarang Allah.
Allah Ta'ala berfirman,

"Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti," (QS. Al-isra : 59)
Atau Allah Ta'ala berfirman dalam surat lain yaitu, “Katakanlah (Wahai Muhammad) Dia Allah Maha Berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentanga), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain." (QS. Al-An'am : 65)

Sehingga perlu diketahui, semua musibah yang terjadi di alam ini baik berupa gempa atau musibah yang lainnya,  yang mengakibatkan adanya bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, itu semua disebabkan oleh perbuatan Syirik dan maksiat yang diperbuat.
Seperti firman Allah berikut,

"Dan musibah apa saja yang menimpa kalian maka disebabkan oleh perbuatan kalian sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan kesalahanmu." (QS. Asy-syuura : 30)

Bahkan Allah sudah menjelaskan dalam surat lain, bahwasannya nikmat apapun yang diperoleh bagi seorang hamba di dunia ini, maka itu semua tidak lepas dari Allah Ta'ala. Dan bencana apapun yang menimpa kalian, itu semua karena kesalahan dari diri kalian sendiri.

Olehnya itu, wajib bagi setiap kaum muslimin yang telah dibebani syariat dan kaum muslimin lainnya agar bertaubat kepada Allah 'Azza wa Jalla, konsisten di atas agamanya serta menjauhi larangan Allah yaitu berupa kesyirikan dan maksiat. Sehingga dengan demikian, kita akan selamat bahaya yang menimpa baik di dunia maupun di akhirat.



Posting Komentar