Oleh: Dewi Fitriyani

Mediaoposisi.com- Saat ini, Islam Nusantara menjadi topik aktual yang ramai diperbincangkan ditengah Masyarakat. Pro dan kontra kritikan terhadap upaya dakwah Islam Nusantara ini terus di bahas dalam berbagai media sosial.

Ummat dibuat resah dengan makna dari Islam Nusantara itu sendiri. Kejelasan mengenai konsep, dan bagaimana perwujudan Islam Nusantara masih diambang keraguan. Banyak dari kalangan Ulama yang saat ini terkenal di media sosial yang tidak sepakat dengan JIN (Jaringan Islam Nusantara).

Islam Nusantara dianggap sebagai salah satu cara Jaringan Liberal untuk memecah belah Islam, dan menjadikan Islam terbagi dalam wilayah-wilayah atau regional-regional tertentu. Jaringan ini juga dianggap menjauhkan ummat Islam dari Islam itu sendiri.

Banyaknya  perilaku yang menyimpang seperti ibadah Sholat yang menggunakan bahasa jawa, membaca Al-Qur’an dengan lenggam jawa, pernyataan tentang laki-laki yang berjenggot dan wanita yang menggunakan gamis dianggap sebagai adat orang arab dan bukan Indonesia.

Sanggahan disampaikan oleh Ulama NU sebagai pengusung gagasan Islam Nusantara menyatakan bahwa mereka yang menolak atau anti Islam Nusantara, dianggap sebagai ‘gagal paham’ tentang Islam Nusantara. Mengutip pernyataan  Husnul Haq, dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung dalam website NU online selasa, (10/7),

Saat ini banyak yang ‘gagal paham’ tentang Islam Nusantara. Mereka berangggapan bahwa Islam itu identik dengan Islam kejawen, yang ingin mengganti Al-Qur’an dan Hadist dengan kitab Gotoloco atau Darmo Gundul, mengganti bahasa Arab dengan Honocoroko, mengganti kopiah dengan blangkon. (padahal faktanya) tidak begitu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Islam Nusantara ialah suatu wujud empiris Islam yang dikembangkan di Nusantara, sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, dan interpretasi terhadap ajaran dan nilai-nilai Islam yang universal, yang sesuai dengan realitas sosio-kultur Indonesia.

Islam Nusantara juga dianggap sebagai percontohan untuk Islam yang ada di dunia sebagai Islam yang santun, toleran, dan berperadaban. Salah satu tokoh NU, juga meyatakan dalam sebuah vidio pendek tentang ‘arab dan anak-anak peradabannya semuanya Islam datang dengan Penjajahan’, sedangkan Islam di Indonesia tidak dengan Penaklukan peperangan.

Fenomena saat ini Ulama yang menolak Islam Nusantara dengan tegas di sampaikan oleh Nadirsyah Hosen seperti dikutip pada Infonawacita.com, Senin (9/7)

“...Kalian tahu kenapa mereka anti sekali dengan kata “Nusantara” dalam Islam Nusantara? Ini menohok jantung gerakan Islam global seperti Salafi, Ikhwani, Khilafah ISIS dan HTI”.

Bukan itu saja tokoh muda Nahdatul Ulama ini juga menyebutkan mereka yang anti Islam Nusantara mereka tidak pernah mengaggap Nusantara sebagai rumah mereka.

Sejatinya, Islam adalah satu, tidak ada istilah atau komposisi yang berbeda dalam menerapkan ajaran Islam dimanapun dan kapanpun. Islam agama Allah yang sempurna dan satu-satunya agama yang Allah Ridhoi, firman Allah dalam TQS. Al-Maidah: 3

“...Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu...”

Mengenai Firman-Nya “...pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu”. Ali bin Abi Tahalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahuanhuma, “ maksudnya adalah Islam.

Allah telah menyempurnakan keimanan kepada mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan penambahan sama sekali. Dan Allah Azza Wa Jalla telah menyempurnakan Islam sehingga Allah tidak akan pernah menguranginya, bahkan Allah telah meridhoinya, sehingga Allah tidak akan memurkainya. Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wassalam,

tidak diperintahkan oleh Allah untuk Mengislamkan Arab saja, namun Islam adalah Rahmatan Lil’alamin Rahmat bagi seluruh alam, baik manusia dan jin sekalipun. Islam tidak terbatas hanya regional-regional tertentu saja. Islam adalah perwujudan sempurna sebuah aturan hidup yang diridhoi Allah subhanahuwata’ala.

Islam telah sempurna, maka tidak ada yang lebih baik selain penerapan syariat Islam dimuka bumi Allah ini. Jika ada yang beranggapan bahwa Islam yang dibawa oleh Arab dan wilayah timur tengah lainya adalah karena penjajahan adalah pernyataan yang buta sejarah.

Dimana Islam tidak pernah menjajah, Islam menaklukan suatu negeri untuk dibebaskan dari kezoliman dan ketidak adilan, karena Islam adalah pedoman hidup manusia yang sempurna. Tidak akan suatu negri di perangi jika negeri tersebut tidak memerangi.

Islam Nusantara sejatinya tidak perlu ada, karena hanya akan menambah permasalahan. Solusi dari betapa buruknya citra Islam di dunia adalah menerapkan Islam secara Kaffah, Islam telah sempurna untuk kehidupan kita, tidak diperlukan lagi tambahan lain, dan saat Islam diterapkan maka keadilan, keberkahan, dan  kesejahtraan hidup akan dirasakan.

Menyeluruh dalam penerapan Islam, masuk kedalam Islam dengan keseluruhan, tidak hanya mengambil nilai-nilai yang dianggap baik bagi kita manusia,  atau justru menyesuaikan Islam dengan adat Istiadat, ini hal yang justru menjadi kehancuran Islam itu sendiri. Untuk diterima tidak harus mengorbankan aturan Allah.

Penyebaran Islam di Nusantara, tidak dengan jalan peperangan adalah karena masyarakatnya menerima Islam, tidak memeranginya, Islam masuk di Indonesia yang di sebarkan oleh Wali Songo, untuk mengislamkan Indonesia, bukan mengindonesiakan Islam, selama adat istiadat tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist,

maka tidak akan menjadi permasalahan, namun jika adat- Istiadat yang bertentengan dengan ajaran Islam, maka tinggalkanlah mudah bukan. Islam Nusantara ditolak banyak Ulama, karena justru tidak diperlukan untuk melakukan hal demikian, bukan masalah Nusantranya, tapi apa konsekuensi dari tersebarnya Islam Nusantara tanpa kejelasan konsep dan penerapan.

Sesungguhnya Islam sudah sempurna, dan tidak perlu ditambah-tambah lagi. Jika ingin kedamaian maka terapkanlah Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islam, yang saat ini justru mereka yang pro Nusantara anti Khilafah. Ingatlah bahwa Khilafah ajaran Islam, dan Khilafah janji Allah. Hanya dengan Khilafah mampu menegakkan Hukum Allah secara sempurna.[MO/sr]



Posting Komentar