Oleh : Bagas Kurniawan
(I‘Aliwa Institute)

Mediaoposisi.com- Sering dikatakan bahwa Indonesia bukanlah negara agama, tapi juga bukan negara sekuler, bukan negara sosialis, tapi juga bukan negara kapitalis, jadi Indonesia ini negara apa ? ada yang bisa bantu jawab ?

Terkait ide Khilafah, setidaknya ada tiga kelompok sikap yang menyatakan; kelompok pertama adalah, kelompok yang apriori terhadap ide Khilafah dan menganggap ide ini sebagai ancaman terhadap eksistensi kedaulatan NKRI.

Karena itu bagi mereka, ide Khilafah harus ditentang secara keras, kelompok yang mengusung ide tersebut harus dibubarkan, dan segala bentuk pertentangan yang begitu tegas. Tak heran bila mereka lantas menutup pintu dan tidak mau untuk diajak perbincangan tentang Khilafah dan bahkan menutup mata terhadap semua argumen apapun yang diajukan untuk mendukung gagasan itu.

Kelompok yang kedua, adalah yang meyakini justru dengan Khilafah itulah segala problemantika umat, baik dalam dan luar negeri akan teratasi dengan benar, dan akan menjadi misi terbaik dari negara ini  serta akan mampu di wujudkan.

Kelompok yang ketiga adalah, mereka yang ragu-ragu dalam bersikap. Satu sisi ia tidak memungkiri bahwa ide Khilafah memang ada di dalam Islam, bahkan sangat jelas terkait dalil-dalilnya, dan juga telah menjadi fakta sejarah yang demikian gamblang serta gemilang.

Tapi di sisi lain ia juga melihat bahwa realitas sekarang tidaklah mudah untuk dihadapi bila ide Khilafah ini harus direalisasikan. Termasuk resiko yang mungkin harus dihadapi oleh dirinya. Karena itu, kadang kelompok ini mendukung ide Khilafah namun juga mengingkarinya.

Telah lebih dari 70 tahun negeri ini diatur oleh sistem sekuler, baik bercorak sosialistik dimasa orba (orde baru) dan neo liberal pasca reformasi. Maka dengan sistem sekuler itu bukan kebaikan yang diperoleh oleh rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim, melainkan berbagai macam problem berkepanjangan yang datang secara bertubi-tubi.

Lihatlah, meski Indonesia adalah negeri yang amat kaya akan Sumber Daya Alamnya, dan sudah lebih dari 70 tahun merdeka, tetapi saat ini ada lebih dari 100 juta orang terpaksa hidup dalam garis kemiskinan. Puluhan juta rakyat menganggur, sementara jutaan anak putus sekolah, kasus korupsi tak teratasi.

Hidup semakin tidak muda dijalani, sekalipun untuk sekedar mencari sesuap nasi untuk keluarga yang ia cintai, yaitu anak dan istri. Beban kehidupan kian berat dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 July kemarin, dilanjut dengan harga-harga bahan kebutuhan pokok yang kian meroket.

Bagi mereka yang lemah iman, berbagai kesulitan yang dihadapi itu akan dengan mudah mendorongnya untuk melakukan tindak kejahatan.

Berbagai bentuk kriminalitas setiap hari mewarnai media televisi, media online maupun cetak, sebut saja seperti pencopetan pembunuhan, perampokan, pencurian, angka kriminalitas terus meningkat. Wajar bila ada yang mengatakan bahwa, kok sudah 70 tahun merdeka hidup makin susah, dan makin ancur.

Oleh karena itu, syariah dengan seperangkat sistemnya yaitu Khilafah sesunguhnya akan menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan akibat penerapan sistem sekuler-demokrasi-kapitalis.

Dan Khilafah akan menghentikan penjajahan gaya baru Neo-Imperialisme yang kini sedang menimpa negeri-negeri kaum Muslimin dan juga negeri ini yang dilakukan oleh negara adikuasa. Penjajahan dan kejahatan yang dilakukan oleh negara penjajah hanya mungkin dapat di hentikan oleh kekuaatan adikuasa pula, yaitu Khilafah.

Karena itu, justru Khilafah itulah yang akan merealisasikan semua tujuan terbaik dari tujuan negara ini.

Bila tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum serta mewujudkan perdamaian negeri maupun dunia, maka ide Khilafah dengan inti gagasannya yaitu syariah, tidak lain adalah demi mewujudkan tujuan itu. Terciptanya kesejahteraan, kedaiaman, kecerdasan, dan juga kebaikan bagi seluruh alam.

Karena itu, sungguh salah besar dan juga fitnah yang teramat keji bila Khilafah akan mengancam NKRI dan mengancam Kebhinekaan. Selaras dengan apa yang dikatakan Jendral Tito Karnavian yang saat ini menjabat sebagai Kapolri bahwa,

dampak globalisasi telah membawa paham-paham baru di Indonesia seperti takfiri, jihadi, terorisme, dan Khilafah” ia pun menambahkan ide mendirikan negara berdasarkan asas keagamaan bakal mengalami resistensi oleh kelompok masyarakat yang tak sepakat dengan ide tersebut. Rabu (18/7).

Maka oleh sebab itu, kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang menentang ide Khilafah itulah orang yang justru tidak menginginkan Indonesia yang mayoritas penduduknya Islam akan mengakui bahwa kemerdekaan negeri ini terjadi atas berkat rahmat Allah SWT, dan ingin menjadi baik dimasa yang akan datang.

Mereka juga berarti menginginkan penjajahan neo imperialisme dan neo liberalisme tetap terus berlanjut, karena mungkin mereka turut diuntungkan meski telah menyengsarakan rakyat banyak.[MO/sr]




Posting Komentar