Oleh: Melani Widaningsih

Mediaoposisi.com- Sebagian orangtua melakukan unjuk rasa sebagai protes pada sistem zonasi yang dianggap merugikan. Bagaimana tidak, anak-anak yang memiliki keunggulan secara akademis tidak dapat melanjutkan masuk sekolah Negeri.

Sistem zonasi dalam penentuan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah-sekolah Negeri yang dianggap telah menimbulkan ketidakadilan bagi sebagian calon peserta didik baru. Sebagian besar orangtua mengeluhkan, bahwa dengan adanya PPDB, anak-anak calon peserta didik baru yang memiliki standar nilai evaluasi murid (NEM) tidak diterima di sekolah-sekolah Negeri.

Sistem zonasi yang mulai diberlakukan di beberapa wilayah sampai hari ini memang masih mendapatkan penolakan dari kalangan orangtua murid.

Mengingat banyak diantara mereka yang mengeluhkan, sistem zonasi telah menutup peluang anak-anak  mereka yang jika berdasarkan NEM seharusnya masuk di sekolah Negeri malah tidak diterima hanya gara-gara alasan domisili yang tidak memenuhi standar jarak zonasi.

Adanya berbagai aksi yang dilakukan orangtua murid sebagai bentuk penolakan terhadap sistem zonasi sebenarnya adalah wajar mengingat ditengah biaya pendidikan yang hari ini masih dianggap mahal oleh sebagian masyarakat.

Sudah barang tentu menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah Negeri merupakan kesempatan untuk menekan biaya pendidikan dan juga tentunya agar didapatkannya fasilitas dan kualitas pendidikan yang maksimal.

Akar masalah pendidikan sebenarnya bukan sekedar soal zonasi, tapi soal perhatian dan tanggung jawab negara dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh warga negara, tanpa kecuali. Kegagalan sistem Kapitalisme dalam mewujudkan pendidikan bermutu di seluruh wilayah dikarenakan minusnya tanggung jawab pemerintah terhadap hak-hak rakyatnya.

Hanya saja, harapan akan terpenuhinya hak pendidikan yang adil dan berkualitas yang natabene merupakan kewajiban negara mustahil bisa terwujud ketika sistem pendidikan kita masih dijalankan dengan sistem kapitalistik.

Oleh karena itu, adanya sistem pendidikan berbasis Syari’at Islam yang menekankan sistem pendidikan tidak hanya pada kuantiras, akan tetapi kualitas bisa jadi alternatif solusi. Selain karena itu dijalankan pendidikan sesuai dengan Syari’at Islam adalah sesuatu yang wajib dalam pandangan Islam itu sendiri.[MO/sr]


Posting Komentar