Oleh: Minah, S.Pd.I
(Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Mediaoposisi.com- Islam adalah agama yang sempurna. Islam telah memberikan kepada manusia pemecahan secara menyeluruh atas semua permasalahan yang dihadapi oleh manusia Allah SWT Berfirman: “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian agama kalian. Dan mencukupkan nikmatKu bagi kalian dan meridhoi Islam sebagai agama kalian.” (QS. Al-Maidah:3)

Islam selalu mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan dirinya, dan manusia dengan sesama manusia. Serta Islam juga mengatur dan menyelesaikan permasalahan hidup.

Dengan berpedoman kepada Alquran dan Hadits. Islam tidak hanya mengajarkan puasa, sholat zakat, menutup aurat, berakhlak baik, makan, minum, berpakaian, namun juga uqubat, muamalah, pergaulan, pendidikan, sampai Negara Islam pun dibahas.

Jadi, Islam mengajarkan mulai dari kecil hingga persoalan besarpun diatur. Mulai dari menyingkirkan duri dijalan dan sampai Negarapun diatur dalam Islam. Itulah wujud kesempurnaan ajaran Islam.

Khilafah merupakan ajaran Islam dan janji Allah.  Khilafah merupakan Negara Islam yang mengikat hati umat Islam sehingga kita sangat Rindu akan kehadirannya. Untuk merasakan itu semua, butuh perjuangan dan pengorbanan.

Khilafah disebut dengan Negara Islam atau sistem pemerintahan Islam. Dalam kitab Syakhshiyah Islamiyah dijelaskan bahwa Khilafah adalah kepemimipinan umum bagi semua kaum Muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syari'at Islam dan mengusung dakwah Islam ke seluruh dunia.

Dalam khilafah, yang berwenang membuat hukum hanyalah Allah. dan khalifah (pemimpin) yang akan menerapkan hukum  berdasarkan syariat Allah yang ada didalam alquran dan hadits. Dalam alquran sudah dijelaskan bahwa  manusia harus menjalankan aturan dari Allah secara menyeluruh atau total. Firman Allah:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah:208).

Umat Islam pernah hidup dalam naungan Khilafah dan menerapkan hukum-hukum Allah secara sempurna. Bahkan kondisi itu berlangsung 13 abad lamanya dan mampu menguasai 2/3 bagian dunia. Dan kita sangat menginginkan khilafah itu tegak kembali. Dan tetap yakin bahwa khilafah itu janji Allah dan pasti akan tegak.

 “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang sholeh bahwa Dia sunguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa.” (QS. An-Nur:55).

Khilafah adalah janji Allah. Imam ibnu katsir menafsirkan, ayat diatas adalah janji Allah kepada RasulNya bahwa Allah akan menjadikan umatnya sebagai khalifah dan pemimpin dimuka bumi ini. Seluruh umat akan tunduk dibawah kekuasaan mereka dari perasaan takut menjadi perasaan aman dan penuh ketenangan.

Janji Allah adalah pasti sehingga tidak ada yang dapat menghalanginya meskipun seluruh manusia bersatu. Permasalahannya adalah sikap kita ada dimana? Apakah kita ikut berjuang untuk Islam atau diam?

Ikut atau tidak maka kemenangan itu  pasti akan datang Karena itu adalah janji Allah. Kemenangan Islam akan Berjaya. Ingat!, tentu tidak sama  status balasan Allah atas orang-orang yang berjuang dengan orang-orang yang diam.

Oleh karena itu, yakinlah Bahwa khilafah itu adalah janji Allah. Islam itu dihadirkan oleh Allah sebagai Rahmatan lil’alamin. Islam akan mampu menaungi seluruh manusia. Syariah dan khilafah adalah dari Allah Pencipta manusia. Allah lah yang lebih tahu tabiat manusia dan paling tahu aturan apa yang sesuai untuk manusia.

Percayalah bahwa kemenangan Islam dalam naungan khilafah itu pasti akan datang. Kita hanya tinggal menunggu waktunya. Dan sambil menunggu, kita juga harus berjuang untuk kemenangan Islam.

Rasulullah SAW bersabda: “akan datang kepada kalian masa kenabian dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian Allah menghapusnya, jika Dia berkehendak untuk menghapusnya. Setelah itu akan datang masa kekhilafahan ‘ala minhaj al-Nubuwwah dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Dia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian masa raja menggigit (raja yang dzalim) dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu Allah menghapusnya, jika Dia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa) dan atas kehendak Allah masa itu akan datang lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan diatas kenabian). Setelah itu Beliau diam.” (HR. Ahmad).

Dengan khilafah, hukum-hukum Allah akan dilaksanakan secara sempurna, kehormatan wanita dijaga, hukum sanksi dalam Islam dilaksanakan karena dengan sanksi yang ada akan membuat efek jera dan sebagai pencegah. Dengan Khilafah umat Islam bisa bersatu, jika khilafah tegak, pasti akan memikat hati kita, karena indah hidup dalam naungan khilafah.


Harus disadari bahwa tanggungjawab untuk menegakkan kembali negara Khilafah berada di pundak setiap Muslim. Tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk melalaikan kewajiban menegakkan agama ini sebagaimana yang telah Allah SWT perintahkan, yaitu dengan jalan mengangkat seorang Khalifah (Pemimpin) untuk seluruh kaum Muslim.

Tidak adanya negara Khilafah berarti tidak ada yang menerapkan hudud Allah yang melindungi kesucian Allah SWT, tidak ada yang menerapkan hukum-hukum Islam dan menyatukan kaum Muslim di bawah panji Laa ilaaha illa Allah, Muhammad ar-Rasul Allah.


Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Siapa saja yang melepaskan diri dari ketaatan terhadap Allah SWT, akan menemui Allah di Hari Kebangkitan tanpa memiliki hujjah, dan siapa saja yang mati tanpa memiliki baiat (ketaatan terhadap seorang Khalifah) dipundaknya, sesungguhnya ia mati seperti mati jahiliah.” (Hadits).

Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka dengan apa yang Allah turunkan, dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah Allah turunkan kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki untuk menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (QS. al-Maidah: 49).

Yuk, Kita memohon kepada Allah SWT untuk membantu upaya kita menegakkan kembali Negara Khilafah dengan segala pertolongan dan kekuatan-Nya. Kita juga berharap Allah dapat menerima setiap amal serta mengampuni kekhilafan-kekhilafan kita.

Selain itu, kita memohon kepada Allah SWT untuk membimbing seluruh kaum Muslim agar menaati syariat Islam, untuk memuliakan kaum Muslim dengan kembali tegaknya Negara Khilafah, serta mengembalikan pemerintahan yang menjalankan kekuasaan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Sungguh, hal demikian amatlah mudah bagi Allah SWT.

Jadi teringat  sabda Rasulullah SAW: “…Kemudian akan kembali lagi Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian.” (HR. Ahmad)

Dari hadits ini merupakan kabar gembira bahwa nanti, akan ada lagi Negara Islam (Khilafah) dengan izin Allah.

Oleh karena itu, barang siapa berambisi untuk mengembalikannya dan rindu untuk melihatnya, hendaklah ia berupaya untuk memahamkannya kepada umat, mendakwahkannya serta yakin akan janji Allah disertai doa dan berupaya untuk melanjutkan kehidupan Islam dalam naungan Khilafah. Allahuakbar!

Semoga kita bisa melihat dan merasakan hidup dalam naungan Khilafah. Aamiin. Terus berjuang untuk mendakwahkan Islam.[MO/sr]





Posting Komentar