Oleh: Ratna Munjiah 
(Pemerhati Masalah Sosial)

Mediaoposisi.com-Kalau dibilang hidup makin sulit, ya saat inilah zamannya. Bagaimana kehidupan di Indonesia luar biasa menyusahkan, yang memiliki pekerjaan pasti atau gaji bulanan saja saat ini bisa ikut mengernyitkan dahi, apalagi pengangguran.

Saat ini banyak berita orang bunuh diri atau stress (gila) karna ngga sanggupnya mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Demikian sulitnya perekonomian di Indonesia hingga ketimpangan hidup saat ini makin nampak, dimana yang kaya makin kaya, yang miskin.

Semua barang-barang pada mahal, bagaimana mencukupi kehidupan kalau komdisinya seperti ini, ditambah lagi info terbaru Gas 3 kg Non subsidi siap meluncur Pasca Lebaran.

Pertamina (Persero) memastikan untuk menjual elpiji 3 kg versi non subsidi per 1 Juli 2018 mendatang. Pertamina melihat ada permintaan yang signifikan dari pasar untuk produk tersebut, terutama konsumen yang tidak membutuhkan elpiji berukuran besar seperti 12 kg.

Per 1 juli mulai dijual, itu dijual saja karena  demandnya ada, tapi tidak disubsidi” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur utama Pertamina Nicke Widyawati saat ditemui diacara halal bihalal Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) jumat (22/6/2018). Nicke mengungkapkan mengenai harga akan diumumkan menjelang penjualan gas elpigi 3 kilogram nonsubsidi.

Tentu dengan demikian penjualan gas elpigi 3 kg dengan klasifikasi subsidi dan non subsidi menggambarkan kesenjangan ekonomi produksi Kapitalisme. Seharusnya Pemerintah sadar selama yang dipakai sistem ekonomi kapitalis maka kerusakan, kesusahan hidup tidak akan berkesudahan.

Dalam sistem kapitalis solusi atas problem ekonomi yang dihadapi masyarakat hanya dengan cara meningkatkan produksi.

Dari sini bisa dipahami mengapa mereka mengerahkan segenap daya upaya mereka untuk meningkatkan produksi, menumbuhkan ekonomi, sekaligus membuat rancangan ekonomi untuk meningkatkan hasil produksi, yakni mencurahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki untuk membangun asas yang menjadi dasar bagi tegaknya sistem ekonomi kapitalis.

Walhasil akhirnya elpiji 3 kg non subsidi merupakan jalan halus untuk menarik elpiji 3 kg subsidi, dan pada akhirnya yang terjadi pada masyarakat, kehidupannya akan semakin susah, karna tidak ada lagi jaminan dari negara untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Saat ini yang terjdi semua subsidi pada ditarik mulai dari bbm, listrik, dan yang terbaru gas elpiji akan menyusul. Disini makin terlihat jelas bahwa Kapitalisme membuat negara melepaskan kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap rakyat yang harus diurusnya dan merupakan tugas dan kewajiban utamanya.

Beginilah yang terjadi kalau Pemerintah salah dalam mengambil kebijakan, salah dalam mengelola negara, saat aturan islam dijauhkan dari pengaturan kehidupan maka yang akan terjadi adalah kerusakan demi kerusakan, lalu mau menunggu sampai kapan, apakah sampai dunia ini berakhir?

Seharusnya pemerintah besegera mengganti kebijakan, buang sistem kapitalis ini dari negeri kita tercinta Indonesia, kembalilah berhukum hanya dengan hukum Allah SWT satu-satunya zat yang Maha Sempurna yang telah menurunkan segenap aturan untuk mengatur kehidupan ini, Islam memiliki seperangkat aturan untuk mengurusi rakyatnya.

Dalam islam ada jaminan pemenuhan seluruh kebutuhan pokok bagi setiap individu secara menyeluruh, dan memberi peluang kepada individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkap menurut kemampuannya, dengan memandangnya sebagai individu yang hidup dalam masyarakat tertentu yang memiliki cara hidup yang khas.

Politik Ekonomi Islam tidak lain merupakan solusi bagi masalah-masalah mendasar bagi setiap individu dengan memandangnya sebagai manusia yang hidup sesuai dengan pola interaksi tertentu serta memberikan peluang kepadanya untuk meningkatkan taraf hidupnya dan mewujudkan kemakmuran bagi dirinya didalam cara hidup yang khas.

Ketika Islam mensyariatkan hukum-hukum perekonomian bagi manusia, maka itu ditujukan untuk individu. Pada saat yang sama, Islam menjamin hak hidup dan mewujudkan kemakmuran. Islam menetapkan hal itu direalisasikan didalam masyarakat tertentu yang memiliki cara hidup yang khas.

Oleh karena itu, syariah memberikan hukum-hukum yang menjadi mekanisme yang menjamin terwujudnya pemuasan seluruh kebutuhan pokok secara menyeluruh bagi setiap individu rakyat.

Dalam kepemilikan harta dalam Islam pun ada aturannya “Semua harta baik benda maupun alat-alat produksi adalah milik Allah SWT." Seperti tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 284, Manusia adalah khalifah atas harta miliknya seperti tercantum dalam surat Al-Hadid ayat 7,

Terdapat pula sabda Rasulullah SAW yang juga menjelaskan bahwa segala bentuk harta yang dimiliki manusia pada hakikatnya adalah milik Allah SWT semata dan manusia diciptakan untuk menjadi khalifah. ”Dunia ini hijau dan manis Allah SWT telah menjadikan kamu khalifah (penguasa) di dunia. Karena itu hendaklah kamu membahas cara berbuat mengenai harta didunia ini.

Oleh karena itu sudah menjadi sebuah kewajiban, bagaimana kita harus berhukum pada hukum Allah SWT, karena hanya aturan dan hukum Allah lah yang benar adanya. “Apakah Hukum Jahiliyah yang mereke kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin” (QS. Al-Maaidah [5]: (50).

Semoga para pemilik kebijakan bisa mengunakan kukuasaan dengan sebijak-bijaknya agar kehidupan rakyat bisa terpenuhi dan kesejahtraan rakyat Indonesia akan terwujud dari sabang hingga merauke.[MO/sr]

       


Posting Komentar