Irma Setyawati, S.Pd 
(aktivis muslimah peduli umat)

Mediaoposisi.com- Hingar bingar perpolitikan kian mewarnai jagad raya Indonesia. Mulai dari pengusaha, mantan pejabat hingga artis pun ikut berbondong-bondong terjun ke dunia politik untuk nyaleg, nyawapres, hingga nyapres.

Semua dilakukan demi berebut atau mempertahankan sebuah “ jabatan”. Padahal sesungguhnya jabatan adalah amanah yang harus di tunaikan. Dan dalam istilah amanah ada tugas dan beban. Umumnya orang kalau diberi tugas dan beban berupaya meminta diringankan se ringan mungkin.  Bahkan jarang sekali orang ribut karena berebut menanggung beban tugas.

Namun herannya dalam perkara jabatan tidaklah demikian. Pada jaman sekarang orang justru berebut jabatan. Menyuap pun tidak jadi persoalan. Jegal menjegal, tipu menipu, saling mencaci hingga ukhuwah lepas demi berebut jabatan.

Pertanyaannya adalah mengapa dalam tugas secara umum orang tidak berebut melaksanakan, sedangkan jabatan yang sebenarnya juga ada tugas di dalamnya, tapi saling berebut. Jawabannya adalah jika dalam tugas umum yang ada hanya beban tugas, sedangkan dalam jabatan banyak terbuka peluang mendapat uang. Hal inilah yang melandasi seseorang berebut jabatan.

Sehingga tak jarang setelah menduduki jabatan , seorang pejabat memperkaya diri dan kelompok pendukungnya, sementara rakyat dibiarkan sengsara akibat tidak diperhatikan.

Padahal Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya:
Tidak akan seorang pemimpin kaum muslimin mati dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali di haramkan baginya masuk syurga." (HR Bukhari Muslim).

Hadits di atas harusnya menjadi pengingat kita semua, bahwa jabatan tidak seharusnya diperebutkan. Jangan silau dengan jabatan. Jika jabatan yang ingin di raih hanya akan menambah kesengsaraan rakyat. Karena akan membawa petaka bagi pejabat di dunia dan akhirat jika dia tidak amanah. Karena pejabat tidak akan luput dari pertanggungjawaban Allah SWT di akhirat kelak. 

Yang harusnya di cari dan di lakukan seseorang dalam hidup ini adalah bukan hanya berburu jabatan. Akan tetapi  bagaimana ikut berjuang mewujudkan system hidup yang menjamin tegaknya keadilan dan kemaslahatan bagi rakyat. Karena rakyat saat ini hidup dalam kenestapaan yang semakin parah akibat penerapan sisitem Kapitalis yang tidak menjamin keadilan dan kemaslahatan bagi rakyat.

Sehingga yang seharusnya dilakukan baik punya jabatan atau tidak adalah memperhatikan urusan-urusan rakyat. Berjuang mewujudkan sistem hidup yang menjamin tegaknya keadilan dan kemaslahatan bagi rakyat .

Dan system hidup tersebut tidak lain adalah sistem yang datang dari Dzat Yang Maha Adil yaitu Syari’at Allah SWT yang diwujudkan secara praktis dalam bingkai system Khilafah.[MO/sr]


Posting Komentar