Oleh: Winda Sari 
( Aktivis Mahasiswi )

Mediaoposisi.com- “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…”(Al Maidah ayat 3)

Islam adalah agama yang sempurna, agama yang diridhoi Allah SWT. Sudah sepantasnya sebagai umat islam tunduk dan patuh terhadap aturan yang ada di dalam islam. Jangankan murtad, sedikit saja tidak memakai aturan islam, bukan main hukumannya, yaitu neraka.

Islam datang membawa rahmat bagi seluruh alam. Islam hadir di tengah-tengah umat bukan sekedar agama yang memerintahkan untuk ibadah seperti sholat, zakat, puasa, dan haji, tapi islam hadir membawa solusi bagi permasalahan umat.

Jika demikian, sudah menjadi suatu keharusan bagi umat muslim untuk memakai aturan dan hukum islam dalam memecahkan masalah di tengah-tengah umat. Dengan catatan, Islamnya Islam kaffah artinya penerapan aturan dan hukum Allah secara total dalam kehidupan, bukan yang setengah-setengah termasuk bukan juga Islam moderat.

Islam moderat bukan bagian dari agama Islam, karena Islam moderat itu bentukan barat. Apapun yang berhubungan dengan barat, pasti ujung-ujungnya menumbangkan syariat. Nama lain dari islam moderat adalah islam wasathiyah. Jangan terkecoh, islam wasathiyah ini membahayakan bagi umat. Islam wasathiyah yang katanya memberikan keadilan ini hanya klaim semata.

Islam moderat merupakan cara barat untuk membendung tegaknya islam. Siapa yang tidak tahu dunia islam? Siapa yang tidak tahu kebangkitan islam? Siapa yang tidak tahu semangatnya umat islam dalam memperjuangkan tegaknya islam?

Barat tahu semua itu, maka dari itu rencana barat untuk menjauhkan umat muslim dari keislamannya secara kaffah terus gencar dilakukan, salah satunya dengan mngeluarkan ide islam moderat atau islam wasathiyah ini.

Islam moderat ini hasil dari pemikiran manusia dan kebanyakan penganut islam moderat ini orang-orang liberal serta yang ada di balik islam moderat ini adalah para manusia munafik yang bertopeng ulama. Penampilan boleh islami, tapi pemikiran tetap saja liberal, buktinya ketika Allah turunkan ayat yang menyeru umat untuk berislam secara kaffah, mereka abaikan itu.

Yang mencengangkan justru mereka memilih jalan sendiri dengan menuangkan ide islam moderat atau islam wasathiyah ini, dimana islam moderat dijadikan sebagai pemecah problematika di tengah-tengah umat.

Islam moderat itu kaki tangan barat. Sebab, barat tidak ingin prinsip islam yang berpedoman pada Al Quran dan sunnah itu diterapkan. Oleh karena itu, barat membentuk islam moderat yang oleh orang-orang liberalis disambut suka cita ide ini.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(Al Baqarah : 208)

Sebagaimana yang telah Allah turunkan dalam firmannya tersebut, bahwa selayaknya muslim itu berislam secara kaffah (menyeluruh). Totalitas sebagai muslim itu bukan hanya ketika ia telah beribadah baik yang wajib maupun yang sunnah, melainkan dalam penerapannya dalam segala spek kehidupan termasuk hukum, politik, ekonomi, sosial, pemerintahan.

Karena islam hadir untuk memberikan solusi bagi permasalahan di tengah-tengah umat.
Sehingga jelas, bahwa islam moderat itu murni ide manusia yang tidak ingin prinsip islam berlandaskan Al Quran dan sunnah diterapkan.

Sebaliknya, islam rahmatan lil alamin adalah islam yang diridhoi Allah, bukan hanya sebagai agama tapi juga sebagai ideology yang harus dipegang erat oleh umat muslim, karena islam harga mati tak bisa diganti dengan yang lain.[MO/sr]

Posting Komentar