Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-  Methode survey : wawancara
Jumlah responden : 10 orang
Margin of eror : 1 %

Pertanyaan :

Diantara tokoh ini, siapakan yang Anda pilih untuk memimpin atau akan dipilih menjadi Presiden di 2019 ?

A. Jokowi B. Prabowo C. Agus Harimurti D. Anis Baswedan E. Anis Matta
Jawaban :

A. Dipilih 6 orang 
B. 2 orang 
C. 0 orang 
D. 2 orang 
E. 0 orang

Kemudian Haril survey itu di publish dengan judul gegap gempita : 60 persen masyarakat menginginkan Jokowi menjadi Presiden di 2019.

Judul dan hasil survey tidak keliru, tetapi dibuat berdasarkan motif tertentu. Bisa diatur dengan cara membuat pilihan kandidat dan pilihan pihak yang di survey.

Dengan responden yang sama, tentu hasilnya akan berbeda jika pertanyaan diubah menjadi :

Diantara tokoh ini, siapakan yang Anda pilih untuk memimpin atau akan dipilih menjadi Presiden di 2019 ?

A. HABIB RIZIQ SYIHAB, B. Jokowi C. Prabowo D. Agus Harimurti E. Anis Baswedan F. Anis Matta

Pasti pilihan mayoritas bukan pada Jokowi tapi pada HRS. Apalagi, jika survey itu dibuat dikantung-kantung umat Islam yang memiliki suara mayoritas di negeri ini.

Jadi saya agak geli, senyum sedikit. Tadinya ingin tertawa terpingkal-pingkal, jungkir balik, karena mendengar kabar hari ini.

Survei Unair: 78,2% Pemilih Muslim Puas terhadap Kinerja Jokowi. begitu judul beritanya.

Survey ini bisa dipertanyakan validitasnya, juga otentitas simpulan nya. Apalagi, membawa otoritas lembaga perguruan tinggi negeri. Apa tidak akan muncul tudingan lembaga kampus dibawah ke ranah politik dengan dalih ilmiah ? Padahal, sebelumnya dosen yang memberi keterangan ilmiah dalam forum pengadilan di persekusi oleh rezim Menristekdikti.

Lantas, jika Jokowi kinerja baik dan memuaskan, kenapa dolar meroket ? Kenapa BUMN dilego ? Kenapa utang menggunung ? Kenapa banyak demo penegakan hukum ? Kenapa banyak kritik ekonom ? Kenapa ? Kenapa ? Dan kenapa ?

Wahai lembaga survey surveyan, berhentilah mengelabui publik. Sadar, insyaf dan bertaubatlah ! Janganlah membuat simpulan survey yang terlalu melawan realitas dan opini publik.

Tidak ada keadaan umat Islam, mengalami ketertindasan yang sangat parah, kecuali pada rezim Jokowi. Lantas darimana Anda mengukur kepuasan itu ? Apakah survey itu diadakan di kolam ? Respondennya cebong yang IQ nya 200 sekolam ? Wajarlah, jika mayoritas puas kinerja Jokowi.

Semua yang punya visi menjarah harta negeri ini puas. Puas dapat projek, puas jadi pejabat ini itu, puas mengikat harta negara yang ini dan yang itu, puas kinerja pemerintahan yang telah memindahkan aset negara menjadi aset privat. Puas, telah berhasil memindahkan uang dari kantong negara ke kantong pribadi.

Survey-surveyan seperti ini, selain melawan realitas dan opini publik, juga menghinakan logika dan akal. Survey model begini, mentaklid publik agar buta dari realitas dan memuja angka-angka yang tidak jelas rujukannya.[MO/sr]

Posting Komentar