Oleh : Winda Sari 
(Aktivis Mahasiswa)

Mediaoposisi.com- Kata demokrasi, tidak asing ditelinga. Sering disebutkan dalam skala pemerintahan. Demokrasi, oleh penganutnya disebut sebagai sistem pemerintahan ideal yang menjunjung tinggi HAM dan kebebasan. Demokrasi yang dipuja-puja dengan segala kebebasannya termasuk kebebasan dalam membuat peraturannya sendiri. Mengeluarkan undang-undang sendiri dan membuat kebijakan sendiri.

Akan tetapi, demokrasi yang dipuja-puja oleh pengikutnya tidak seindah omongan mereka. Demokrasi berkata bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat. Hal inilah yang menyebabkan tindakan semena-mena, seperti membuat peraturan dan kebijakan sendiri yang dapat menguntungkan pihak yang berkuasa bukan untuk kepentingan rakyat.

Hal ini semakin membuktikan bahwa demokrasi adalah jalan neraka, orang-orang yang ada di dalamnya banyak yang semena-mena, menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan dan uang. Apapun akan dilakukan asal menguntungkan.

Seperti bekerja sama dengan asing, utang yang tidak terkendalikan bahkan kian bertambah, tenaga kerja asing seenaknya masuk dan bekerja di tanah air, harga bahan-bahan naik dan anehnya naiknya secara diam diam, riba, dan sebagainya.

Demokrasi itu jalan neraka, bagaimana tidak? Yang teguh meperjuangkan tegaknya syariah Islam untuk kemuliaan ummat manusia malah dihadang dan dianggap tidak toleran, radikal, dan berbahaya. Sedangkan yang jelas-jelas merugikan Negara justru dilindungi. Begitulah demokrasi, membuat siapa saja yang masuk ke dalamnya akan hilang kebaikannya.

Demokrasi itu jalan neraka, bagaimana tidak? Menuduh kaum muslim sebagai teroris. Yang kafir diagung-agungkan, yang muslim diinjak-injak. Selain itu, demokrasi juga merupakan jalan masuk neoliberalisme dan neoimperialisme. Penjajahan gaya halus, tapi sebenarnya sama tujuannya untuk memeras kekayaan Negara. Mengeksploitasi habis-habisan dan Negara hanya mendapatkan sedikit saja dari eksploitasi sumber daya alam.

Secara, neraka itu untuk orang-orang yang tidak mau menjalankan syariat Islam. Seperti di negeri ini, rezim yang berkuasa tidak mau kalau Islam tegak dan bangkit. Tidak mau jika syariah Islam diterapkan. Padahal Islam itu mulia dan memuliakan manusia. pantas saja jika demokrasi itu merupakan jalan menuju neraka. Orang-orang yang ada dalam demokrasi saja tidak mau menerapkan syariah Islam. Lalu apa bedanya mereka dengan binatang melata?...[MO/sr]

Posting Komentar