Oleh: Septa Yunis
 (Staf Khusus Muslimah Voice)

Mediaoposisi.com- Perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Janji Presiden yang katanya ekonomi Indonesia akan meroket ternyata hanya isapan jempol belaka. Rakyat semakin tertindas dengan kebijakan yang ada.

Cabut subsidi sana sini yang berakibat naiknya BBM, naiknya tarif dasar listrik, bahkan gas elpiji pun tak luput dari kenaikan tersebut. Dengan begitu, harga-harga dibeberapa komoditi juga ikut naik.

Dari beberapa masalah ekonomi tersebut, pemerintah memberikan solusi yang sangat tidak solutif, bahkan cenderung tidak masuk akal dan harus mengernyitkan dahi ketika mendengarnya.

Sebut saja ketika cabai meroket pemerintah memberikan solusi, sebaiknya tanam cabai sendiri, selain itu ketika daging dengan harga menggila lagi-lagi pemerintah memberikan solusi yang membuat orang mengernyitkan dahi, yaitu menggantinya dengan makan keong sawah.

Tidak hanya berhenti disitu solusi pemerintah yang membuat rakyat heran, baru-baru ini Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menanggapi adanya kenaikan BBM nonsubsidi, menurutnya salah satu solusi untuk mengatasi kenaikan BBM adalah dengan mendorong pengendara untuk beralih ke penggunaan kendaraan elektrik atau electric vehicle (EV).

Solusi tersebut dinilai baik agar masyarakat tidak lagi takut untuk beralih ke kendaraan listrik. (kricom.id)

Hal tersebut bukanlah solusi yang tepat untuk perekonomian rakyat yang semakin terpuruk seperti saat ini. Pemerintah cenderung memberikan sulusi yang asal-asalan.

Tidak memikirkan kepentingan rakyatnya. Inilah efek diterapkannya sistem ekonomi neoliberalisme. Neoliberalisme telah menjadi momok yang menakutkan bagi negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam seperti Indonesia.

Neoliberalisme di pahami sebagai paham kapitalisme global yang merupakan formulasi terbaru dari kapitqlisme sebelumnya. Neoliberalisme sarat dengan kepentingan asing dan memiliki tanda atau ciri melelui legitimasi MOU dengan IMF (LOI dan Structural Adjusment Program), WTO, World Bank (ADB) yaitu,

liberalisasi dan perdagangan pasar bebas, mekanisme campur tangan pemerintah tidak ada lagi, privatisasi sector public, mencabut subsidi, karena sistem ekonomi neoliberalisme cenderung tidak menyetujui adanya subsidi-subsidi negara, keberadaan BUMN atau lembaga negara yang mengurusi langsung pengadaan atau produksi dan distriusi barang, dan mencabut monopoli.

Hal tersebut akan membuat perekonomian semakin terpuruk, jika negara ini tidak memiliki ketahanan termasuk ketahanan pangan dan energi.

Dampak ekonomi neoliberalisme sangat dirasakan Indonesia saat ini diantaranya, dikuasainya sector kepemilikan umum oleh swasta. Mengembangkan sistem yang bebas dari pemerintah Indonesia harus menghapus perannya dalam berbagai bidang yang ditandai dengan banyak sektor-sektor yang menguasai sector umum baik secara langsung maupun melalui privatisasi BUMN oleh swasta.

Dampak selanjutnya yaitu bobroknya lembaga keuangan dan masuknya Indonesia dalam jebakan utang luar negeri. Konsekuensi dari sistem pasar bebas adalah adanya liberalisasi dipasar uang yang berbasis bunga.

Selain itu rakyat kecil kehilangan subsidi dan berbagai jenis perlindungan negara khususnya terhadap barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok hidup sehari-hari, sementara negara mulai kehilangan control terhadap pasar, swasta semakin mampu mencengkram pasar.

Hal tersebut akan menimbulakn kesenjangan ekonomi yang berakibat semakin terpuruknya rakyat miskin. Ekonomi neoliberalisme juga melahirkan pemerintahan yang abai akan nasib rakyat. Mereka hanya akan memikirkan kepentingannya sendiri tanpa melihat dan berempati akan nasib rakyatnya.

Hal ini dibuktikan dengan pemerintah memberikan solusi asal-asalan untuk mengatasi masalah perekonomian rakyat saat ini. Seperti itukah pemerintahan yang diharapkan bisa mengurus rakyatnya?

Solusi Islam lawan neoliberalisme
Ekonomi neoliberalisme sudah terbukti menyengsarakan rakyat. Jika sistem ini yang terus menerus diterapkan, maka tidak akan lama lagi Indonesia akan semakin terpuruk bahkan tak bersisa. Dengan gagalnya sistem saat ini yang diterapkan, solusi yang bisa diambil adalah menerapkan sistem ekonomi Islam.

Di dalam sistem ini negara akan menjamin kesejahteraan rakyat dari orang per orang melalui mekanisme ekonomi yang mampu menutup celah ketidak adilan. Sistem yang berpedoman pada segala aturan Allah SWT.

Dalam sistem ini mengarah pada tercapainya kebaikan, kesejahteraan, keutamaan, serta menghapuskan kejahatan, kesengsaraan dan kerugian pada seluruh ciptaanNya.

Tidaklah sesuatu yang bersal dari Allah SWt akan menimbulkan kesengsaraan. Dengan demikian ekonomi islam mampu mensejahterakan rakyat. Melalui sistem ini kesejahteraan rakyat nyata adanya tidak hanya sekedar utopis belaka.

Ekonomi islam tidak akan pernah bisa diterapkan ditengah-tengah sistem demokrasi saat ini. Ekonomi islam mengurus seluruh urusan rakyat, maka harusdiikiat dalam institusi negara.

Islam memandang seluruh perbuatan manusia haruslah terikat dengan hukum syara’, maka islam telah menetapkan model negara yang akan mengatur aktivitas manusia, negara itu adalah Khilafah Islamiyah.

Negara sejatinya adalah institusi besar yang menghimpun dan mengikat individu-individu untuk meraih tujuan-tujuan kebaikan dan manfaat bersama. Negara bukan milik segelintir elit politik yang berusaha menguasainya. Khilafah menjamin kesejahteraan rakyat dan akan menghapus ekonomi neoliberalisme yang saat ini mencengkeram rakyat.[MO/sr]

Posting Komentar