Oleh: Susi Arunika 
(Penulis Bela Islam)

Mediaoposisi.com- Anak bangsa Indonesia berhasil meraih emas dalam Olimpiade fisika dan Kompetisi matematika Internasional yang digelar di Portugal dan Bulgaria secara terpisah. Selain medali emas, untuk Olimpiade fisika (IPhO) yang digelar di Lisbon, Portugal, Indonesia pun meraih satu medali perak dan tiga perunggu.

Medali emas di raih oleh Johanes Suhardjo dari SMAK Frateron Surabaya, medali perak oleh Jason Jovi Brata siswa SMAK 1 BPK Penabur Jakarta dan tiga medali perak di raih oleh Ahmad Aufar Thoriq pelajar SMA Semesta BBS Semarang, Bryant Juspi SMA Darma Yudha Pekanbaru, dan Raditya Adhidarma Nugraha SMAN 1 Yogyakarta.

Dubes RI mengatakan penghargaan dan kemenangan yang diraih oleh anak bangsa Indonesia ini, sebagai bukti bahwa Indonesia juga memiliki potensi tinggi di bidang akademik sama dengan pelajar lainnya di dunia.

"Kemenangan ini merupakan bukti sekali lagi bahwa pelajar Indonesia juga memiliki potensi yang sama tingginya dengan pelajar-pelajar lain di dunia ini," ujar dubes RI untuk Portugal Ibnu Wahyu Tomo seperti dikutip dari Antara, minggu (29/07/2018).

IPhO diikuti siswa sekolah menengah dari 87 Negara. Dimana setiap negara mengirimkan 5 orang perwakilan siswa dan berkompetisi untuk mendapat nilai tertinggi dalam ujian yang disiapkan komite Olimpiade Fisika Internasional. Kompetisi itu berlangsung di Lisbon pada 21 - 29 Juli 201.
Mahasiswa ITB peraih medali emas matematika.

Sementara itu di Bulgaria mahasiswa ITB Bimo Adityarahman Wiraputra berhasil meraih medali emas dalam kompetisi matematika Internasional (IMC) di sana.

Dimana, kompetisi ini digelar di American University in Bulgaria (AUBG) di Blagoevgrad, 22 - 28 Juli 2018. Sekretaris pertama Pensosbud Bulgaria, Nurul Sofia menyatakan kompetisi itu diikuti sekitar 350 peserta dari 50 negara.

Dalam hal ini, kita tahu bahwa menuntut ilmu adalah hal yang paling wajid dan mesti dilakukan manusia untuk memperluas wawasan, sehingga derajat kita pun bisa terangkat. Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwasannya, "Menuntut ilmu diwajibkan atas orang Islam baik laki-laki dan perempuan".

Namun hukum mempelajari ilmu bukan sebatas pada 'Ilmu pengetahuan' saja. Melainkan ilmu agama atau ilmu syar'i adalah kewajiban sesungguhnya atas setiap muslim karena merupakan fardhu'ain.

Oleh karena itu, sebagian ulama berkata "Sesungguhnya mempelajari ilmu industri (teknologi), kedokteran, teknik, geologi dan ilmu pengetahuan semisal itu, termasuk dalam fardhu kifayah. Bukan karena ilmu-ilmu tersebut termasuk dalam ilmu syar'i, Akan tetapi karena tidak termasuk hak bagi umat Islam ini bisa terwujud kecuali dengan mempelajari ilmu-ilmu tersebut.[MO/sr]



Posting Komentar