Oleh: Rheiva Putri 

Mediaoposisi.com- Siapa sih yang tidak tau aplikasi Tik-Tok? Atau joged 2 jari? Atau bowo sang artis jebolan aplikasi ini? Seperti yang kita tahu, Tik-Tok adalah aplikasi yang sedang marak digandrungi oleh banyak orang dari semua kalangan, mulai dari dewasa, remaja, bahkan hingga balita pun banyak yang sudah mahir menggunakan aplikasin ini.

Dengan dalih kebebasan, tidak laki-laki tidak perempuam berlomba-lomba untuk mencari popularitas. Segala cara telah mereka lakukan demi menunjang kepopularitasannya tersebut, mereka tidak malu lagi untuk unjuk gigi dalam segala hal di depan umum.

Salah satu artis jebolan aplikasi Tik-Tok ini yaitu bowo, remaja yang belakangan ini viral akibat aksi-aksinya menggunakan aplikasi ini.

Menurut fansnya remaja lelaki ini adalah figur idola karna memiliki wajah tampan, mungkin hal ini masih bisa dianggap biasa. Namun yang parah adalah ketika para fans wanitanya sangat tergila-gila sampai membuat status di sosial mediannya bahwa dia rela memberikan keperawanannya hanya kepada bowo.

Dan yang benar-benar tidak wajar adalah ketika ada yang menginginkan bowo menjadi seorang tuhan.

Sungguh di era kebebasan ini hal seperti ini diperbolehkan apalagi ditambah sistem sekuler yang membuat kebebasan semakin merajalela. Mereka rela, tanpa rasa malu beraksi, berjoged, goyang sana, goyang sini hingga mereka lupa diri bahwa mereka adalah generasi yang akan merubah masa depan.

Peran negara pun sangat penting, negara membiarkan generasinya rusak hanya karna sebuah aplikasi. Bukan aplikasinya yang salah hanya saja sistem saat ini mendukung lahirnya aplikasi semacam ini.

Jika saja umat ini diatur oleh aturan yang mengatur seluhur aspek kehidupan seperti islam, yang dimana islam mengatur tentang pergaulan, menjaga diri, menanamkan rasa malu pada diri pasti aplikasi seperti ini tidak ada dan mungkin teknologi dan sosial media akan lebih digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, hingga para remaja tidak akan sibuk hanya untuk mengejar popularitas.[MO/sr]







Posting Komentar