Oleh: Muna Juliana Nabilah
(Siswi MAS Plus Darul Hufadz Rancaekek-Bandung)

Mediaoposisi.com- Satu pekan terakhir pengguna dunia maya di hebohkan oleh pemberitaan Bowo Alpenliebe salah satu artis Tik Tok yang mendadak viral di idolakan oleh semua kalangan khususnya remaja. Prabowo Mondaedo rmaja 13 tahun yang masih duduk di kelas VIII SMP ini  membuat heboh dunia maya karena menjadi artis dii aplikasi TikTok dengan 200ribu Followers.

Aplikasi yang menyediakan fitur video pendek dengan di sediakan musik berbagai judul yang  sehingga penggunanya bisa bebas dengan tarianya sebagaimana yang di buat Bowo.

Viralnya Bowo bukanlah fenomena baru. Kita juga tak asing dengan nama Awkarin, Yusi Fadila dan yang tidak lama sebelum ini adalah sosok Nuraini yang mendadak viral berkat aksinya di dunia maya dengan artis favoritnya. Yang embuat miris adalah menyaksikan tingkah laku para fans Bowo.

Di akun-akun para fans Bowo berserakan ucapan-ucapan yang di luar batas. Seperti:

 “Kak Bowo ganteng banget. Saya rela ga masuk surga asal perawanku pecah sama Kak Bowo”. “Ambil aja keperawananku untuk kaka aku iklas”, “Bikin agama baru yuk, Kak Bowo Tuhannya, kita semua umatnya. Yang mau jadi Nabinya chat aku ya.” “tiada yang hebat selain tuhan kita Bowohuakbar”, “Tiada tuhan selain Bowo kalian harus tunduk sama Bowo tuhanquee. Yang ga tunduk kalian masuk neraka jahanam ya…”, dll.

Mereka termasuk Bowo adalah korban kemajuan teknologi di era Globalisasi, sementara fansnya adalah korban rusaknya sistem yang mengedepankan kebebasan.

Inilah buah dari sistem Sekuler yang memisahkan Agama dari kehidupan. Sistem Sekuler menjadikan Agama hanya sebatas ritual, disepelekan, bahkan dihinakan. Hasilnya, remaja sekarang mengalami krisis identitas. Jauh dari agama dan lebih memilih gaya hidup bebas.

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya wajib nilai agama dijadikan standar dalam memilah hal-hal positif dan negatif dari arus  globalisasi, salahsatunya media. Tidak bisa di hindari lingkungan keluarga, yaitu orang tua khususnya Ibu sebagai sekolah pertama dan utama bagi anak sangat bertangungjawab dalam mendidik anak-anaknya.

Harusnya orangtua yang memiliki andil sangat besar dalam meletakkan dasar-dasar kepribadian Islam sejak dari awal, agar remaja memiliki cara berfikir dan bersikap yang di dasari oleh akidah Islam.

Dalam pembentukan seorang remaja menjadi remaja mulia yang memiliki identitas tidak cukup hanya dari kekuarga, lingkungan sekolah bahkan pemerintah sangat di perlukan unruk melahirkan generasi muslim yang cemerlang.

Sudah saatnya kita campakkan sistem kapitalis yang terbukti melahirkan kerusakan remaja seperti halnya Bowo, dan sudah selayaknya kita beralih kepada sistem yang telah terbukti sejak 13abad berlalu yang mampu mencetak generasi cemerlang dan banyak berkorban hanya untuk islam dalam bingkai khilafah seperti yang telah di janjikan oleh Rasul SAW dan Allah SWT.[MO/sr]




Posting Komentar