Oleh: Tri Wahyuningsih 
(Tenaga Pendidik Dan Anggota Komunitas Menulis Jambi)

Mediaoposisi.com- Di kutip dari halaman wikipedia, Revolusi ialah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa atau dengan kekerasan.

Revolusi menghendaki suatu upaya membangun dan mengganti dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru.

Dalam pengertian umum, revolusi mencakup jenis perubahan apapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Misalnya, revolusi Industri pertama yang mengubah wajah dunia menjadi modern pada akhir abad ke-18 di mulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang dan ke seluruh dunia.

Revolusi Industri pertama ini menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri. Di mana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis manufaktur.

Hadirnya revolusi Industri pertama ini tentunya memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan masyarakat pada saat itu, diantaranya adalah Upah buruh rendah karena perannya telah tergantikan oleh mesin, munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh, adanya kesenjangan antara majikan dan buruh dan munculnya Imperialisme modern.

Semua dampak dari revolusi Industri ini menghasilkan kesimpulan “Bahagianya para Kapital atau orang kaya dan sengsaranya para buruh atau masyarakat kelas bawah

Setelah revolusi Industri pertama berakhir, maka berlanjut dengan revolusi Industri kedua, ketiga hingga ke empat yang saat ini sedang di wacanakan oleh para negara adidaya dan telah menjadi pembahasan di kalangan elit penguasa negeri ini.

Revolusi Industri 4.0 atau industri generasi ke empat merupakan perubahan sektor industri di dunia yang dipengaruhi oleh maraknya perkembangan teknologi serta internet.

Agenda revolusi Industri 4.0 yang merupakan strategi kafir barat untuk membuat dunia bergantung dengan mereka, kelak nantinya akan di tandai dengan perubahan besar-besaran serta kemajuan teknologi dalam berbagai bidang, khususnya kecerdasan buatan, robot, blockhain, teknologi nano, percetakan 3D dan kendaraan tanpa awak.

RI 4.0 yang telah dan akan segera diterapkan ini membawa pada kemajuanm di bidang otomasi dan kecerdasan buatan yang dapat menggantikan tenaga kerja manusia secara keseluruhan dengan tenaga kerja teknologi atau robot rancangan para elit pengusaha.

Kelak manusia tak lagi berdaya dalam kehidupannya, semua akan digantikan oleh robot atau mesin komputer yang canggih dan telah di rancang khusus untuk menjalankan pekerjaan manusia.

Revolusi Industri 4.0 Dan Hilangnya Kemuliaan Manusia
Revolusi Industri 4.0 kini berkembang kian pesat, tak hanya mengganti peran manusia dalam hal bekerja, tapi dalam hal lainnya. Salah satu produk yang sekarang sedang dikembangkan oleh Barat dan Negara-negara Adidaya lainnya adalah Robot pemuas kebutuhan seksual (syahwat).

Sebagaimana dilansir dari halaman kumparan.com "Inovasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kehidupan manusia kian masif, salah satunya robot seks. Dalam beberapa tahun terakhir robot pemuas syahwat semakin marak dijual di pasaran".

Tak tanggung-tanggung, kehadiran robot seks tersedia dalam berbagai macam pilihan, mulai dari kulit, rambut, ukuran hingga usia. Bahkan ada pengembang robot asal Jepang, Hiro Okawa, sengaja menciptakan robot seks dalam bentuk anak-anak.

Dan ketika dikonfirmasi alasan sang pembuat robot menciptakan robot anak-anak, jawabannya sungguh memilukan "Kami menyerahkan hal ini pada imajinasi pembeli untuk menentukan usia robot. Tentu saja saya mengerti apa yang Anda katakan. Tapi memang ada beberapa orang yang memiliki sentimen terhadap tubuh yang mungil, ukuran anak-anak," jawab Okawa.

Dan inovasi robot ini tak berhenti sampai disana saja, para pembuat robot terus mengembangkan robot-robot mereka bahkan sang penemu robot ini mengatakan kelak nanti dia akan menciptakan sebuah robot yang dapat menghasilkan bayi dari robot, hasil 'hubungan' robot dengan manusia. Ironis.

Bayi yang sejatinya hanya akan lahir dari rahim seorang wanita (ibu), kini Barat berupaya untuk menghilangkan Fitrah tersebut. Dengan kecanggihan teknologi abad 21 ini, mereka berinovasi terus menerus tanpa peduli apakah hal demikian membawa kemajuan atau kehancuran bagi manusia.

Seiring berjalannya waktu fitrah dan kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan akan hilang mengikuti perkembangan dunia teknologi yang tiap hari bahkan detik terus berubah semakin canggih. Semua pekerjaan manusia akan tergantikan oleh Mesin bahkan untuk urusan 'hubungan' pun akan tergantikan dengan robot-robot yang menyerupai manusia.

Dan beberapa tahun mendatang bila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bayi-bayi yang lucu tak lagi lahir dari rahim wanita tapi robot, pemimpin negara bukan lagi manusia tapi juga robot. Bila sudah demikian lalu apa fungsi manusia sebagai makhluk yang Allah gambarkan lebih sempurna dari makhluk lainnya. Naudzhubillah

Kemuliaan manusia yang hilang beriringan dengan kemajuan dunia teknologi adalah salah satu akibat diterapkannya sistem Sekulerisme. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, dalam menjalani kehidupan bersosial manusia tak boleh membawa identitasnya sebagai hamba Tuhan, hidup bebas tanpa ada pengaturan yang mutlak dan sama.

Aturan kehidupan berdasarkan keinginan dan hawa nafsu manusia semata, antara hak dan bathil tak tampak lagi perbedaannya. Karenanya, sebuah kewajaran bila teknologi yang sedang berkembang saat ini bukan membawa kemajuan  tapi sebaliknya, kehancuran umat manusia sedikit demi sedikit terjadi dalam waktu yang semakin cepat dan meningkat.

Ya ketika teknologi berkembang tak diiringi dengan aturan agama, maka kemajuan yang diharapkan pun hanya sebuah mimpi dan ilusi ciptaan barat dan negara kafir lainnya.

Revolusi Sistem; Dari Sistem Sekuler Menjadi Sistem Islam 
Hancurnya peradaban umat manusia saat ini merupakan salah satu akibat dari ditinggalkannya aturan-aturan dari sang pencipta yang telah sempurna dan paripurna.

Allah swt telah menurunkan Islam sebagai agama yang sempurna, agama yang tak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah dan dirinya, tapi juga hubungan manusia dengan manusia lainnya dalam kehidupan sosial dan bernegara.

Islam hadir bersama aturan-aturan lengkap yang mampu memecahkan segala problem umat manusia, dari hal kecil hingga besar termasuk masalah penggunaan teknologi. Islam telah mengaturnya dengan sempurna.

Tidaklah ada yang kami lewatkan dalam kitab (Al Qur’an) ini sedikitpun....’’(QS. Al An’am; 38) ; “Dan telah kami turunkan kepadamu sebuah kitab sebagai penjelas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan berita gembira bagi kaum muslim..” (QS. An Nahl; 98).

Allah telah memberikan manusia pedoman hidup yang lengkap dan sempurna yakni Al – Qur’an, karenanya memang benar antara agama dan kehidupan tak dapat dipisahkan.

Dan antara Agama dan Ilmu pengetahuan-teknologi juga merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide.

Adapun teknologi adalah terapan atau aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang lebih canggih dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi. Namun, terlepas dari semua itu, perkembangan teknologi tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai agama Islam.

Sebagaimana adigum yang dibangun oleh Fisikawan besar, Albert Einstin yang menyatakan: “Agama tanpa ilmu akan pincang, sedangkan ilmu tanpa agama akan Buta”.

Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis untuk mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai contoh adalah firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 80 yang artinya “Telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu guna memelihara diri dalam peperanganmu.

Dari keterangan itu jelas sekali bahwa manusia dituntut untuk berbuat sesuatu dengan sarana teknologi. Sehingga tidak mengherankan jika abad ke-7 M telah banyak lahir pemikir Islam yang tangguh produktif dan inovatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kepeloporan dan keunggulan umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan sudah dimulai pada abad itu. Tetapi sangat disayangkan bahwa kemajuan-kemajuan itu tidak sempat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya sehingga tanpa sadar umat Islam akhirnya melepaskan kepeloporannya.

Lalu bangsa Barat dengan mudah mengambil dan menransfer ilmu dan teknologi yang dimiliki dunia Islam dan dengan mudah pula mereka membuat licik yaitu membelenggu para pemikir Islam sehinggu sampai saat ini bangsa Baratlah yang menjadi pelopor dan pengendali ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh karena itu, sudah saatnya kaum muslim bangkit dan kembali bersatu dalam barisan perjuangan yang sama, yakni perjuangan mengembalikan kehidupan Islam yang mulia untuk tercapainya Islam rahmatan lil ‘alamin “Islam rahmat bagi seluruh alam”.

Menjadikan hidup manusi penuh kemuliaan hanya dapat dilakukan dengan penerapan Sistem Islam secara total lagi menyeluruh, menerapkan segala syariat Islam yang ada dalam Al-Qur’an dalam segala lini kehidupan masyarakat tanpa ada yang ditinggalkan sedikitpun. Ya penerapan sistem Islam oleh sebuah Institusi Negara adalah solusi untuk segala permasalahan umat saat ini.[MO/sr]


Posting Komentar