Oleh: Sofiana

Mediaoposisi.com- Nilai tukar dolar AS pada kamis sore memuncak lagi semakin tinggi. Dikutip dari Reuters, Kamis (28/6/2018), dollar AS berada di angka 14.390. Mata uang Uncle Sam ini semakin mengalami penguatan sepanjang hari, dan bahkan setiap waktu. Pada waktu pagi hari masih berada di angka  14.277, hanya dalam hitungan jam angka tersebut berubah semakin tinggi.

“David Sumual (Ekonom BANK Central Asia) memproyeksikan , pelemahan nilai rupiah bakal berlangsung sampai semester II-2018”. jadi pelemahan nilai rupiah ini masih berlanjut, inilah akibat jika mata uang suatu negara tidak berkiblat pada dinar dan dirham.

Keunggulan dinar dan dirham tidak dimiliki oleh dolar AS yang menjadi raja sekarang ini, jika dinar dan dirham menjadi pengokoh ekonomi negara karena tahan inflasi, maka tidak dengan dolar AS yang menjadi penghancur perekonomian negara dan menjadi sarang inflasi.

Sifat emas dan perak yang nilainya lebih permanen sebagai mata uang dari masa ke masa disebabkan nilainya yang bertumpu pada zatnya, dan bukan pada pengakuan kelompok orang atau negara. Hal ini membuat mata uang emas dan perak stabil nilainya, kapan dan di mana pun, hampir tidak pernah mengalami perubahan.

Sifat ini cocok untuk kriteria mata uang sebagai ukuran harga barang dan jasa, karena standar ukuran haruslah stabil dan tidak berubah-ubah (fluktuatif). (Al-Mutrik, Ar Riba wal muamalat al mashrafiyyah, hal. 106).

Di dalam Islam, mata uang yang sifatnya permanen yakni mata uang Dinar dan Dirham. Mata uang ini akan terus stabil nilainya yang bertumpu pada zatnya karena terbuat dari emas dan perak.

Sifat ini cocok untuk kriteria mata uang sebagai ukuran harga barang dan jasa, standar ukuran haruslah stabil dan tidak berubah ubah. Sedangkan uang kertas merupakan alat pembayaran yang berdiri sendiri dan mengambil hukum emas dan perak, sehingga zakat menjadi wajib dan dua jenis riba.

Fadhl dan nasi’ah pada uang kertas (Majlis al-mujamma’ al-Fiqhi al-islami), Itulah alasan kenapa uang kertas tidak memenuhi syarat mata uang dalam islam dan menjadi penghancur perekonomian negara.[MO/sr]

Posting Komentar