Oleh: Rifaldi Lasuha

Mediaoposisi.com- Akhir-akhir ini kian marak di beritakan oleh media-media baik itu media cetak maupun media elekronik,di mana ratusan tenga kerja asing berdatangan di daerah-daerah di indonesia,ironisnya para pekerja tersebut kebanayakan  bervisa wisata bukan pekerja.

Kasusnya tidak beda jauh antara satu dengan lainya,hal ini tentunya tidak mungkin terjadi kalau bukan dari kesengajaan pemerintah yang memang tidak tegas dalam upaya pengatasan pengangguran di Indonesia,yang kian lama kian bertambah.

Meningkatnya TKA asal China salah satu contohnya hal ini di karenakan karena semakin banyak perusahaan asal China yang berinvestasi di Indonesia dan meningkatnya juga jumlah utang luar negeri kita ke China.sudah ada 70 ribu TKA masuk ke Indonesia. 30 ribunya be­rasal dari China.

Yang ironisnya juga, masuknya TKA tidak berimbas besar pada kenaikan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang seharusnya bisa didapatkan dari biaya TKA yang nilainya mencapai Rp 1,09 triliun per tahun.

 Apa lagi hal demikian di dukung pula oleh kebijakan pemerintah yang menerbitkan Perpres terkait ke­mudahan izin kerja bagi TKA,para pekerja dari dalam negeri yang begitu berlimpah seakan-akan luput dari perhatian pemerintah yang demikian itu bisa memicu naiknya grafik pengangguran di indonesia.

Penganguran yang menjadi problem klasik seiring bergantinya rezim,malah di anggap maslah yang sepele,yang tidak ada tindakan tegas dalam upaya pengatasannya,menandakan rezim yang ada hanayalah bernafsu mementingkan kepentingan penguasaha bukan pro terhadap rakyat.

Dengan adanya rencana oleh pemerintah menerbitkan perpres ini semikin jelas danterang bahwa tidak adanya kepedulian pemerintah terhadap maraknya pengangguran dan sulitnya lapaanagan pekerjaan.yang seharusnya menjadi kewajiban pemerintah untuk mengatasinya paling tidak berkurang, fakta yang sedang tejadi sekarang ini,pemerintah selalu gencar menyuarakan kerja..kerja..kerja,

namun alternatif dari pernyataan tersebut tidak pernah di sediakan berupa lapangan pekerjaan yang terbuka untuk solusi pengatasan pengangguran di indonesia,malah jawabannya dari pemerintah ialah rencana penerbitan perpres yang memudahakan TKA untuk bekerja di indonesia.

 Faktor utama yang juga sangat berpengaruh ialah bagaimana sistem ekonomi yang sedang di jalankan sekarang ini cenderung memudahkan orang-orang yang sudah memiliki penghasilan melimpah semakin kokoh di puncak penguasaan sumber daya sementara orang-orang hendak membuka usaha untuk terjun dalam persaingan kesulitan untuk mencari jalan.

Sehingga hal demikian layak di katakan alternatif untuk mengatasi pengangguran di indonesia adalah jalan yang salah.

Sehinggahnya perlu adanya kesadaran oleh masarakat itu sendiri untuk membangkitkan people power untuk tujuan yang satu yaitu meruntuhkan sistem ekonomi yang sekarang ini menjarah seluruh kekayaan dan juga lapangan pekerjaan yang menyebabkan semakin membludaknya pengangguran di mana-mana.[MO/sr]

Posting Komentar