Spesiap Redaksi | Mediaoposisi.com- Akar masalah Indonesia adalah neoliberalisme, karena indonesia masih menerapkan sistem Demokrasi dan Kapitalisme. Oleh karena itu, dua sistem inilah yang harus diganti bila kita ingin mengenyakan neo-liberalisme dan dampaknya dari Indonesia.

Ungkap Ruhan Jauhari dari Tabayyun Center saat memberikan statemen di acara Progres 18 Jawa Timur, jumat petang 22 Juni 2018.

Kepada jurnalis Media Oposisi ia mengatakan sistem Demokrasi Kapitalis harus diganti dengan sistem yang lebih baik, bahkan harus sangat baik dari kedua sistem tersebut.

Tentu penggantinya tidak lain kecuali Islam. islam adalah sistem yang akan menghapuskan penerapan neo-liberalisme dan akan menggantinya dengan sistem ekonomi Syariah.” Ungkap Jauhari.

Hadir bersama tujuh pemateri lainnya dalam acara tersebut, ia memaparkan sistem ekonomi syariah, kepemilikan dibagi menjadi tiga; kepemilikan umum, kepemilikan individu dan kepemilikan negara. Dengan penerapan kepemilikan tersebut, peran negara tidak lagi terpinggirkan, karena memang negara harus ikut aktif dalam perekomian.

Dalam mengelola kepemilikan umum negara harus mengelolanya untuk kepentingan masyarakat. Negara tidak boleh menyerahkannya kepada swasta apalagi asing. Meskipun demikian, bukan berarti kegiatan investasi bagi para swasta tidak berjalan dalam negara khilafah.

Ungkap Jauhari
Justru sebaliknya,  dalam negara khilafah kegiatan investasi swasta berjalan dengan kondusif. Sebab, negara khilafah tidak membebani pajak bagi mereka. Dengan demikian, investasi mereka berjalan dengan aman. Imbuh dia.

Jadi, sistem ekonomi islamlah yang kita perlu sekarang. Kita tak butuh sistem kapitalisme yang hanya akan melahirkan neo-liberalisme dan neo-imprealisme. Namun, penerapan sistem ekonomi islam tidak akan terwujud tanpa ada institusi penegaknya.” Pungkasnya. (Asik)[MO/sr]

Posting Komentar