Oleh : Fitri Arifatul Hikmah S.Si

Mediaoposisi.com- JakartaSahur on the road (SOTR) di kawasan Jakarta Selatan juga diwarnai tawuran antarkelompok remaja. Sahur ini biasa di lakukan di pinggir jalan dengan maksud berbagai makanan dengan orang yang kurang mampu.Tapi sayang, aktivitas SOTR malah memberi dampak negatif berupa tawuran antar peserta.Senin (3/6/2018) dini hari terjadi beberapa tawuran antar peserta SOTR di beberapa titik di Jakarta(Dikutip TribunStyle.com)

Tawuran itu bisa dibubarkan polisi.Tawuran di wilayah Jakarta Selatan terjadi pada Minggu (2/6/2018) dini hari menjelang subuh. Tawuran antarpemuda terjadi Jalan Saharjo, Tebet dan di depan SMK Penerbangan, Kebayoran Baru, Jaksel. Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan pihaknya berhasil membubarkan aksi tawuran yang terjadi di Jalan Saharjo. Aksi ini sempat menimbulkan kemacetan.

Perbuatan- perbuatan anak remaja yang melanggar hukum menimbulkan keresahan masyarakat, sekolah maupun keluarga. Contoh yang simpel adalah tawuran antar pelajar, narkoba, perzinaan dll. Padahal remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasigenerasi dahulu dengan yang lebih baik.

Namun sayang kenyataan menunjukkan hal berbeda, banyak data dan informasi tentang tingkat kenakalan remaja yang mengarah pada tindakan kekerasan dan melanggar hukum. Mengingat semakin besarnya masalah yang dihadapi oleh anak-anak remaja, maka butuh untuk menganalisa keterkaitan antara faktor-faktor lingkungan di dalam keluarga, lingkungan sosial.

Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, diantaranya;

  1. Pengaruh kawan sepermainan
  2. Pendidikan
  3. Penggunaan waktu luang
  4. Uang saku
  5. Perilaku seksual

Penyebab kenakalan remaja (intern);

  1. Orang tua yang kurang memperhatikan anaknya
  2. Adanya pertengkaran dalam keluarga 
  3. Orang tua yang terlalu menekan anak
  4. Kesalahan mendidik anak
  5. Salah memilih teman
  6. Mudah terpenggaruh teman

Dalam Islam, sangat jelas dan rinci dalam memberi pengaturan. Islam memberi perhatian khusus dalam mendidik generasi. Karena merekalah yang nanti memimpin bangsa ini. Untuk mencetak generasi tangguh yang mumpuni keilmuan dan keahliannya serta paham terhadap agamanya, kita membutuhkan pendidikan.

Tujuan Pendidikan dalam islam adalah membentuk generasi yang berkepribadian islam dan membekali anak didik dengan ilmu serta keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal hidup. Semua ini akan terwujud ketika aturan-aturan islam diterapkan secara menyeluruh dalam semua aspek kehidupan sehingga islam mampu menjadi Rahmat bagi seluruh alam.

Seperti sudah terjadi pada zama keemasan islam terbukti banyak melahirkan generasi ahli dalam berbagai ilmu umum dan juga ilmu agama. Mereka juga adalah generasi berkepribadiaan islam yang hasil karyanya dan keilmuannya digunakan untuk meraih keridho an ALLAH. Jadilah mereka generasi yang sukses dunia dan akhirat, yang sangat bermanfaat bagi dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu sebagai generasi muslim bukan generasi yang hidup dengan emosi yang tinggi tanpa kontrol agama. Usia mudanya bukan diwujudkan dengan aktivitas bebas tanpa aturan agama. Tetapi usia muda seharusnya digunakan untuk menggali potensi dan melejitkan potensi dengan mengharap ridho ALLAH , dengan ini insyaallah akan mengantarkan kita sukses dunia dan akhirat.

Untuk mengembangkan dan membina potensi supaya menjadi muslim sejati. Ada beberapa pihak yang harus berkerjasama yaitu keluarga-lingkungan dan negara. Di dalam islam keluarga, lingkungan dan negara harus berkontribusi mendidik generasi sehingga kenakalan remaja bisa diselesaikan. Negaralah menjadi perisai terhadap kejahatan yang ada dan memberi sangsi yang tegas kepada pelanggar hukum.[MO/sr]











Posting Komentar