Oleh: Eka Tri Wahyuni
(Mahasiswi STEI HAMFARA) 

Mediaoposisi.com-  Kemiskinan adalah masalah yang tak kunjung selesai untuk dibicarakan. Karena masalah ini adalah masalah yang menyangkut kehidupan orang banyak. Masalah yang terus datang seakan akan tidak ada solusi untuk menyelesaikannya.

Kata kemiskinan adalah kata yang sudah biasa untuk didengar, dan bahkan seperti sudah menjadi bagian yang memang harus ada dalam suatu negara. Padahal masalah kemiskinan adalah masalah yang harus diselesaikan agar tingkat kemiskinan yang ada dalam suatu negara semakin lama semakin berkurang bukan semakin meningkat.

Sebelum membahas terkait solusi agar tidak terjadi kemiskinan,  kita akan membahas apa si yang menjadi dasar atau penyebab kemiskinan di indonesia tak kunjung selesai, dan bahkan bisa kita lihat tingkat kemiskinan di indonesia apakah semakin meningkat atau menurun.

Adapun penyebab terjadinya kemiskinan di indonesia, diantaranya yaitu :

1. Tingkat Pendidikan Yang Rendah
Penyebab yang pertama yaitu dalam bidang pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang mana jika tidak terpenuhi akan menjadi bom waktu yang menyebabkan seseorang kurang mempunyai ketrampilan tertetu yang diperlukan dalam kehidupannya yang berakibat pada keterbatasan kemampuan untuk memasuki dunia kerja.

Tingakt pendidikan yang rendah inilah yang membuat pemuda dan para generasi yang lain banyak yg menganggur dan hal ini menyebabkan tidak adanya oendaptan yang mereka terima hingga menimbulkan tingkat kemiskinan.

2. Faktor Malas bekerja
Hal ini merupakan penyakit yang sering sekali membuat seseorang untuk tidak maju dan merubah nasibnya, banyak beranggapan bahwa nasib dan takdir dalam kemiskinan adalah sebuah jalan hidup sehingga menyebabkan seseorang acuh tak acuh dan tidak bergairah untuk bekerja. Padahal kita dapat merubah nasib kita jika kita mau berusaha untuk mendatangkan yang lebih baik lagi.

3. Terbatasnya Lapangan Kerja
Ketidakstabilan ekonomi dan ketidakpastian arah politik dan kebijakan sebuah Negara maupun wilayah akan langsung membawa konsekusensi keterbatasan lapangan kerja yang berdampak langsung dalam mendorong terjadinya kemiskinan. Minimnya atau sedikitnya lapangan pekerjaan membuat para pencari kerja tidak bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang semestinya mereka dapatkan.

Dan akhir-akhir ini kita juga diperlihatkan bahwa, pemerintah membolehkan dan membiarkan tenaga asing masuk ke indonesia guna bekerja di indonesia, dan bagaimana jadinya kabar rakyat indonesia?  Rakyat indonesia hanya bisa melihat dan tidak bisa melakukan apa-apa, karena saat mereka mengeluarkan pendapat maka mereka akan diperkarakan, sungguh sangat miris negeri tercinta ini.

Kemiskinan ini terjadi bukan karna kekurangan pangan atau tidak ada makanan hanya saja tidak ada distribusi yang merata bagi mereka yang membutuhkan, kemiskinan seperti tidak mempunyai tempat tinggal, sebenarnya tempat tinggal itu banyak, hanya saja distribusi yang tidak merata.

Adapun menurut Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta orang atau 10,12% pada September 2017, angka itu turun jika dibandingkan dengan Maret yang sebesar 27,77 juta orang atau 10,64%.

Dengan demikian, walaupun BPS telah merilis bahwa jumlah tingkat kemiskinan di indonesia mengalami penurunan pada september 2017, hal ini tidak membuat pemerintah lepas begitu saja terhadap rakyat yang masih banyak membutuhkan bantuan.

Dalam hal ini pemerintah harus bertindak cepat untuk memberantas kemiskinan yang ada di indonesia agar tidak semakin merembetnya tingkat kemiskinan di indonesia dikarenakn minimnya pendidikan dan kurangnya lapangan pekerjaan bagi pribumi.

Zaman yang semakin sulit ini, seharusnya pemerintah tidak menyulitkan rakyatnya yang memang sudah lama tidak mendapat perhatian.

Dan dalam pandangan islam, kemiskinan timbul karena ketidakpedulian dan kebakhilan kelompok kaya (QS 3: 180, QS 70:18) sehingga si miskin tidak mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.

Kemiskinan timbul karena sebagian manusia bersikap dzalim, eksploitatif, dan menindas kepada sebagian manusia yang lain, seperti memakan harta orang lain dengan jalan yang batil (QS 9:34), memakan harta anak yatim (QS 4: 2, 6, 10), dan memakan harta riba (QS 2:275), kemiskinan timbul karena konsentrasi kekuatan politik, birokrasi, dan ekonomi di satu tangan.

Hal ini tergambar dalam kisah Fir’aun, Haman, dan Qarun yang bersekutu dalam menindas rakyat Mesir di masa hidup Nabi Musa (QS 28:1-88).

Jika memang di sistem kapitalis ini pemerintah tidak dapat menyelesaikan masalah ini, maka islam mempunyai solusi menyelesaikan masalah kemiskinan yaitu :

- Pelarangan riba dan mendorong kegiatan sektor riil. Pelarangan riba secara efektif akan mengendalikan inflasi sehingga daya beli masyarakat terjaga dan stabilitas perekonomian tercipta. Dengan demikian, tercipta keselarasan antara sektor riil dan moneter sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkesinambungan.

- Islam mendorong penyediaan pelayanan publik dasar yang berpihak pada masyarakat luas (pro-poor public services). Terdapat tiga bidang pelayanan publik yang mendapat perhatian Islam secara serius: birokrasi, pendidikan, dan kesehatan.

- Islam mendorong pembangunan infrastruktur yang memberi manfaat luas bagi masyarakat (pro-poor infrastructure). Islam mendorong pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak eksternalitas positif dalam rangka meningkatkan kapasitas dan efisiensi perekonomian.

- Islam mendorong kebijakan pemerataan dan distribusi pendapatan yang memihak rakyat miskin (pro-poor income distribution). Terdapat tiga instrument utama dalam Islam terkait distribusi pendapatan yaitu aturan kepemilikan tanah, penerapan zakat, serta menganjurkan qardul hasan, infak, dan wakaf. 

Dengan demikian permasalahan yang terjadi saat ini dikarenakan tidak melakukan usaha-usaha yang mereka lakukan dimana usaha itu yang akan mendatangkan rizky pada mereka.[MO/sr]














Posting Komentar