Oleh : Evy Sulvy W
(Mahasiswi Peduli Umat)

Mediaoposisi.com-  Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga statistik pemerintah, hanya melakukan penelitian menyeluruh pada struktur populasi Indonesia sekali setiap dekade. Menurut studi terakhir (dirilis pada tahun 2010), Indonesia memiliki jumlah penduduk 237.6 juta orang. Namun, menurut perkiraan-perkiraan belakangan ini (dari berbagai lembaga) Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 260 juta penduduk pada tahun 2017.

Menurut proyeksi yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menilik populasi absolut Indonesia di masa depan, maka negeri ini akan memiliki penduduk lebih dari 270 juta jiwa pada tahun 2025, lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2035 dan 290 juta jiwa pada tahun 2045. Baru setelah 2050 populasi Indonesia akan berkurang. (https://www.indonesiainvestments.com/id/budaya/penduduk/item67)

Melihat fakta diatas dapat kita lihat dengan jelas bahwa Indonesia ini memang negara yang sangat padat penduduknya. Setiap hari bahkan setiap detik selalu ada wanita yang melahirkan dan tidak luput pula akan adanya kematian setiap hari. Angka kelahiran sangat tinggi di negara tercinta kita yaitu Indonesia. Berarti Indonesia bisa dikatakan negara berkembang. Tetapi apakah perekonomian Indonesia menajdi kuat ?

Kita ketahui bersama bahwa kekuatan perekonomian sebuah negara itu berhubungan erat dengan penduduk mudanya. Nah, Indonesia ini sangat memiliki kelimpahan penduduk usia muda atau biasa disebut dalam bahasa ekonomi usia produktif kerja.

Mereka para pemuda sangat berpengaruh pada ekonomi nasional dengan syarat mereka bisa mendapatkan pendidikan yang memadai dan banyak lapangan pekerjaan. Tetapi kenyataannya Indonesia sangat lemah perekonomiannya. Mengapa ini  bisa terjadi?

Semua ini bisa terjadi karena sistem saat ini lebih mengutamakan negara asing ketimbang pemuda dalam negri. Banyak sekali penduduk usia kerja yang berpendidikan sekalipun tidak mendapatkan pekerjaan dinegaranya sendiri.

Mereka tidak dapat diserap pasar tenaga kerja, apa lagi yang tidak memiliki pendidikan. Seharusnya pemerintah lebih memanfaatkan pemuda-pemuda dalam negri terlebih dahulu agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan perekonomian Indonesia bisa meningkat secara perlahan tapi pasti.[MO/sr]

Posting Komentar