Oleh: Sofiana


Mediaoposisi.com- Menurut data dari Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial  PBB (UN DESA) populasi penduduk saat ini +/-  266.972.712 jiwa. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.

Pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin bertambah namun untuk mengatasi hal itu pemerintah menetapkan kebijakan-kebijakan yang dapat mengendalikan jumlah pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu :
-Semakin meningkatnya kualitas kesehatan penduduk yang terlihat dengan angka berkurangnya angka kematian bayi.
-Pertumbuhan ekonomi yang mendorong perbaikan gizi masyarakat.
-Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya jumlah pengendalian kelahiran.

Kebijakan kependudukan di indonesia 
Kebijakan ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah yang bertujuan untuk mengatur pengendalian jumlah pertumbuhan penduduk.

Seperti yang kita ketahui bersama pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan kependudukan seperti program keluarga berencana, pembatasan usia perkawinan, mengurangi dan membatasi tunjangan bagi pegawai negeri sipil, serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Kualitas sumber daya manusia indonesia merupakan indikator kualitas penduduk indonesia. Kualitas penduduk menurut PBB dapat dilihat dari 3 aspek yaitu :

pendidikan, tingkat kesehatan, serta pendapatan. 

Kualitas penduduk merupakan komponen penting dalam menunjang pembangunan yang lebih baik, jika jumlah penduduk yang besar jika tidak diikuti dengan kualitas yang baik maka akan menimbulkan masalah dan menjadi beban pembangunan.

Perbedaan pengaturan penduduk menurut islam.
Islam tidak membolehkan untuk melakukan pembatasan kelahiran karena seorang anak bukanlah beban akan tetapi rezeki dari allah yang patut  kita syukuri, banyak orang diluar sana yang menginginkan kehadiran seorang anak dalam keluarganya yang akan membawa kebahagiaan dalam sebuah keluarga.

Menurut hukum Tahdid An-Nasl
( KB adalah sebuah program nasional untuk membatasi jumlah populasi penduduk, hukumnya haram. Tidak boleh ada sama sekali suatu undang-undang atau peraturan pemerintah yang membatasi jumlah anak dalam sebuah keluarga. [ Lihat prof. Ali Ahmad As-Salus, Mausu’ah Al-Qadhaya Al-Fiqhiliyah Al-Mu’ashirah, {Mesir : Daruts Tsaqafah-Maktabah Darul Qur’an}, 2002, hal. 53]).

KB sebagai program yang membatasi jumlah kelahiran tidak dibenarkan oleh syariat islam karena bertentangan dengan hukum syara’, yaitu ayat-ayat yang menjelaskan jaminan rezeki dari allah untuk seluruh mahkluk yang ada di muka bumi. Allah berfirman dalam surah Hud 11 : 6 yang berbunyi sebagai berikut.

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).

Dari ayat diatas sudah kita ketahui bersama setiap mahkluk yang bernyawa oleh allah sudah dijamin rezekinya jadi mempunyai banyak keturunan tidak berpengaruh apapun dengan ambruknya perekonomian negara. Negeri ini begitu dzolim.[MO/sr]


Posting Komentar