Oleh : Andini Sulastri
(Anggota LPM Pena)

Mediaoposisi.com- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyampaikan sejumlah pesan saat bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional Amin Rais dan Ketua Gerindra Prabowo Subianto di Mekah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu.

 Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan salah satu pesan Rizieq adalah menyegerakan deklarasi koalisi keumatan untuk menentukan calon presiden dan wakil calon presiden yang akan maju dalam Pilpres 2019 mendatang. ( m.cnnindonesia.com ).

Banyak masyarakat yang resah atas kedudukannya Jokowi yang sekarang berposisi menjadi presiden. Masyarakat pun ingin cepat-cepat bergantinya presiden bahkan sampai melakukan sesuatu yang menyatakan ingin ganti presiden. Ada yang dengan postingan ganti presiden dan ganti rezim, ada juga lagu yang dibuat dari kalangan artis dengan tema ganti presiden.

Hal ini terjadi karena dilihat dari sistem yang dijalankan oleh presiden kali ini. Pemeritah sudah menyusahkan banyak rakyat terutama terhadap rakyat kecil. Pemerintah menjual aset-aset negara yang seharusnya dapat dikelola oleh negara dan dapat mensejahterakan masyarakat dengan aset itu. Masyarakat pun kesulitan karena pemerintah sering kali menaikkan BBM dan banyaknya problematika yang tidak mendapatkan solusi yang logis dari pemerintah.

Belum lupa ketika ramai sarden kaleng bercacing , pemerintah justru menyatakan baik-baik saja karena cacing mengandung protein. Saat daging melonjak mahal, pemerintah mengususlkan untuk memakan keong sawaah. Hal ini merupakan ketidak cerdasnya pemerintah dalam menangani masalah yang ada pada nageri ini.

Namun perlu dicatat kesalahan dari partai-partai atau calon-calon presiden yang menyerukkan untuk cepat ganti presiden dan menyelenggarakan deklarasi keumatan ini hanya untuk merebut kekuasaan semata.

Dari sinilah alasan mengapa Habib Rizieq ingin segera menyegerakan deklarasi koalisi keumatan untuk menentukan calon presiden dan wakil calon presiden yang akan maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Deklarasi koalisi ini terdiri dari empat partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Koalisi keumatan ini pun dibuka untuk partai politik.

Perlunya ada perubahan atas tujuan. Masyarakat seharusnya fokus pada enegakkan sistem Islam sebagai solusi tuntas atas berbagai problematika bangsa. Bukan hanya untuk merebut kekuasaan yang akan mengukuhkan sistem yang rusak dan menjadi sumber kerusakan.

Maka perlunya ada perjuangan dari masyarakat untuk menyuarakan sistem yang benar yaitu sistem Islam. Dan sudah menjadi kewajibannya bagi yang sudah paham Islam agar mensyiarkan ilmu yang dimiliki terutama dalam ilmu politik Islam.[MO]

Posting Komentar