Oleh: Tanti Wahyuningsih

Mediaoposisi.com-  Dalam wawancara Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar mengenai homeshooling kepada CNN Indonesia. Beliau tak menampik homeschooling tunggal menjadi sarana baru bagi orang tua mengajarkan radikalisme pada anak.

"Kami sendiri masih tergagap-gagap. Terus terang, komunikasi orang tua terhadap anak, siapa yang bisa mengawasi? Instrumen apa? Kami nggak tahu bagaimana menjawab itu," kata Harris, Jum'at (18/5).

Setelah pesantren, rohis, dan para aktivis diawasi kegiatannya. Sekarang giliran homeschooling yang terkena dampak fitnah pemerintah. Inilah bukti semakin kritisnya keadaan sekulerisme saat ini.
Begitu cepat menyebarnya virus islamophobia dalam masyarakat telah memasuki tahapan yang sangat memprihatinkan.

Kenapa tidak?

Karna pemerintah sendiri beranggapan bahwa virus islamophobia telah dijangkiti oleh orang tua kepada anak-anak mereka melalui homeschooling.

Agaknya pemerintah sudah mengalami penyakit islamophobia stadium 4, dimana pemerintah memfitnah homeschooling sebagai sarana baru dalam menyebarkan virus radikalisme dan terorisme.
Hal ini dikuatkan pula oleh pernyataan dari Dr Michel Chossudovsky. Dia menyampaikan bahwa dalang dibalik perang melawan Terorisme atau Global War on Terrorism yang mengatasnamakan Islam yang sesungguhnya adalah Amerika.

Ia memperingatkan bahwa apa yang disebut perang melawan terorisme adalah sebuah front untuk menyebarkan hegemoni global Amerika dalam menciptakan Tata Dunia Baru.

Ia juga mengatakan bahwa Terrorisme dibuat di AS dan bahwa teroris bukanlah produk dari dunia Muslim.

Ini menandakan ada suatu arahan yang sistemik dari AS agar Islam dianggap sebagai agama yang menakutkan. Dan virus ini sudah tersebar di penjuru dunia, bahkan di Indonesia. Padahal jumlah muslim di Indonesia adalah salah satu muslim terbesar di dunia.

Cegah penyakit Islamophobia dengan meningkatkan iman.

Penyakit Islamophobia agar tidak bersarang dalam tubuh masyarakat, maka harus dicegah dengan meningkatkan iman.
Menyadarkan kepada masyarakat bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Dan menyadarkan kepada masyarakat bahwa ALLAH adalah satu-satunya Illah yang harus disembah. Dan Allah telah menurunkan agama yang mampu menyelesaikan semua problematika kehidupan.

Oleh karna itu kewajiban kita lah sebagai pengemban dakwah menyadarkan masyarakat akan bahaya penyakit Islamophobia ini. Dengan jalan amar ma'ruf nahi munkar dan mengajak masyarakat agar memahami Islam secara kaffah ( menyeluruh ) agar tidak ada ketakutan kepada agama mereka sendiri.[MO/sr]

Posting Komentar