Oleh : Helmiyanti
(Mahasiswi STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com- Jika bicara tentang pengangguran di Indonesia  tak akan ada habisnya. Karna masalah satu ini sangat kompleks dan belum ada ditemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pengangguran di era sekarang.Pengangguran adalah ketidak punyaan pekerjaan seseorang, sedang mencari pekerjaan, dan orang yang bekerja kurang dari dua hari dalam seminggu.

Indonesia meniliki kekayaan alam yang melimpah ternyata tidak membuat masyarakat di dalam nya hidup dengan kesejahteraan. Pengangguran terus meningkat dari tahun ketahun.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa peningkatan pengangguran pada tahun 2017 sebesar 10.000 orang menjadi 7.04 juta orang pada Agustus 2017 dari Agustus 2016 7.03 juta orang.
Meski mengalami peningkatan, Suhariyanto menjelaskan, jika dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus ini turun 0,11 poin dari 5,61 di Agustus 2016 menjadi 5,50 di periode yang sama tahun 2017. (Sumber : kompas.com)

Adapun juga, TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
"Jumlah angkatan kerja yang masuk mencapai 3 juta orang per tahun, jadi komposisi pekerja dan penganggurannya akan terus naik seiring jumlah penduduk. Tapi yang penting persentase TPT-nya turun," ujarnya

Banyak Pengangguran pada pendidikan lulusaSMK atau SMA sederajat meningkat 11.41%. Karna banyak nya lulusan baru ini yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan sekolah tinggi membuat mereka nekat untuk mendaftar kerja di perusahaan dengan kemampuan seadanya dan bersaing dengan banyak orang. Apabila banyak yang tidak diterima di perusahaan  maka akan banyak yang menganggur dan tidak memiliki pekerjaan.

Apalagi dengan di resmikan nya MEA, membuat orang bebas keluar masuk ke negara indonesia untuk mencari kerja dan di datangkan nya tenaga kerja dari luar negeri membuat semakin sengit persaingan untuk mendapatkan pekerjaan.

SOLUSI DALAM ISLAM
Dalam negara khilafah, pengangguran sangat kecil kemungkinan akan terjadi? Sebab prinsip ekonomi islam uang dianut adalah penyerapan pasar domestik yang sangat didukung oleh negara dalam memenuhi kebutuhan individu masyarakatnya.

Selain itu, dalam sistem ekonomi Islam, negaralah yang mengelola sumber kekayaan yang menjadi milik rakyat. Hasilnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Dengan demikian, jaminan sosial bagi masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan, akan terpenuhi.

Sudah waktunya bagi Pemerintah dan masyarakat untuk memilih jalan keluar terbaik dari permasalahan ini. Caranya adalah dengan mengambil jalan yang ditawarkan Islam, yakni dengan menerapkan sistem ekonomi Islam sekaligus menerapkan sistem pemerintahan Islam, Cara yang akan diberikan adalah dengan memberikan peluang kerja kepada masyarakatnya. Suatu ketika Rasulullah memberikan dua dirham kepada seseorang. Kemudian beliau bersabda (yang artinya), "Makanlah dengan satu dirham, dan sisanya, belikanlah kapak, lalu gunakan kapak itu untuk bekerja!".

Menciptakan lapangan pekerjaan, yaitu melalui 2 mekanisme :
1. Mekanisme Individu,
yaitu denga  memberikan pemahaman kepada individu terutama dalam pendidikan dan memberikan dorongan seseorang untuk bekerja dan pahala yang akan di dapatkan. Dorongan kepada individu untuk bekerja. Misalnya, firman Allah Swt.
]فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ[
"Berjalanlah kalian di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekinya." (QS al-Mulk [67]: 15).

2. Mekanisme sosial ekonomi yaitu membuat kebijakan baik ekonomi maupun kebijakan sosial mengenai masalah pengangguran. 
"Tanpa itu, kita akan terus menderita akibat berbagai persoalan hidup yang tidak pernah berakhir.Apakah sistem Jahiliah yang mereka kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS al-Maidah [5]: 50. (sumber : Al-Islam 433)

Posting Komentar