Oleh: Indah Purnama 
(Mahasiswi STEI HAMFARA Yogyakarta) 

Mediaoposisi.com- Indonesia merupakan Negara berkembang yang kaya akan Sumber daya alam. Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan hampir mencapai 261 juta jiwa pada tahun 2017. Meskipun jumlah populasi besar, tetapi didominasi oleh usia produktif sehingga angka ketergantungan justru cenderung menurun.

Angka ketergantungan, yakni jumlah penduduk usia tidak produktif terhadap penduduk produktif pada 2016 sebesar 48,4 persen. Pada tahun baru 2018 tercatat ada 386.000 bayi yang lahir. 90 persen bayi yang lahir tersebut dijelaskan berasal dari negara-negara berkembang. Sementara dari jumlah besar itu, Indonesia secara global menyumbang 13.370 kelahiran bayi. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia terbesar.

Penyebab bertambahnya penduduk dikarenakan tingkat kematian yang menurun tapi tingkat kelahiran semakin meningkat, adanya pernikahan dini, hal ini juga dapat menyebabkan ledakan penduduk karena nantinya akan meningkatkan jumlah kelahiran. Sebagian juga karena seks bebas yang mengakibatkan pada kehamilan.

Akibatnya, tingkat kemiskinan semakin meningkat karena pertumbuhan penduduk yang cepat tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi, tidak seimbangnya kebutuhan akan lapangan pekerjaan dengan pertumbuhan penduduk yang jika dibiarkan lebih lanjut akan menyebabkan masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan dan konflik antar penduduk.

Meskipun jumlah penduduk yang padat, semua dapat diatasi dengan baik bukan dengan membuat program KB atau 2 anak cukup, karena keinginan untuk memiliki anak banyak adalah hak manusia yang tidak dapat di atur oleh pemerintah.

Untuk menghindari ambruknya perekonomian karena padatnya penduduk atau terjadi kemiskinan, salah satunya yaitu dengan mengadakan pelatihan Sumber daya manusia dalam bidang-bidang tertentu agar dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengelola Sumber daya yang ada disekitar mereka, membuat lapangan pekerjaan agar masyarakat mudah dalam mencari pekerjaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Solusi yang diberikan pemerintah dalam mengatasi padatnya penduduk di Indonesia bukanlah hal yang tepat, karena pemerintah membatasi hak seseorang untuk memiliki keturunan. Karena masih banyak solusi yang lebih bermanfaat tidak hanya untuk Negara tetapi bermanfaat juga untuk masyarakat.[MO/sr]

Posting Komentar