Oleh: Riyanti 
(Korwil Back to Muslim Identity Community Banten) 

Mediaoposisi.com-  Dalam sejarah manusia secara global, pemuda memiliki banyak peran, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Dalam sejarah para sahabat Nabi ditemukan gambaran perjuangan yang mengagumkan, sikap menakjubkan dan kepahlawanan yang mencengangkan dari para pemuda kala itu.

Mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Al-Awwam, Mush'ab bin Umair, Al Arqaam bin Abil Arqaam dan sederet pemuda lainnya. Mereka mampu menaklukan dua imperium besar dunia (Romawi dan Persia) , mereka juga berhasil melakukan ekspansi ke berbagai negera hingga 2/3 dunia.

Dalam catatan panjang sejarah islam pun kiprah para pemuda muslim juga begitu mengagumkan. Antara lain terjadi pada diri Sultan Muhammad Al-Fatih. Beliau berhasil memimpin pasukannya menaklukan kota Konstantinopel yang kemenangannya telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW.

Kemenangan Islam merupakan janji Allah yang tak bisa dielakan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nur : 55

" Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik".

Bagi ummat Islam yang mengimani Al-Qur'an, bahwasannya apa yang telah Allah janjikan pasti akan terwujud dalam waktu dekat ataupun lambat. Maka seharusnya sebagai pemuda muslim mereka berlomba-lomba untuk menjadi pemain dalam mewujudkan janji Allah.

Sebagaimana dahulu Muhammad Al-Fatih dan para pasukannya berlomba-lomba memantaskan diri untuk menjemput bisyarah Rasulullah SAW. 

Pemuda muslim harus menjadi garda terdepan dalam perubahan serta perjuangan. Menyuarakan kebenaran Islam kaffah di tengah-tengah ummat dengan berbekal taat bukan hanya sekedar semangat. Memiliki idealisme tinggi untuk mematahkan suara-suara sumbang dari kafir penjajah yang menginginkan terpuruknya Islam.

Bergerak dengan memiliki landasan, arah, dan tujuan yang jelas. Tidak mengikuti ritual pemuda yang akan menjerumuskan dalam jurang kemaksiatan. Berkontribusi dalam kebaikan bukan dalam keburukan.

Masa muda merupakan masa penentu bergesernya kaki ketika di hari penghisaban masuk ke Syurga atau neraka. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW :

"Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ditanya tentang empat hal, antara lain tentang masa mudanya digunakan untuk apa... "(HR. Muslim)

Pemuda muslim juga harus membekali diri mereka dengan tsaqofah Islam agar mampu menyelesaikan problematika ummat dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman. Menyadarkan masyarakat terkait permasalahan yang ada seperti pendidikan, ekonomi, sosial dan hukum terjadi akibat meninggalkan aturan Allah SWT.

Dakwah merupakan aktivitas wajib bagi para pemuda Islam. Karena dakwah adalah senjata ampuh untuk menyadarkan masyarakat serta menyampaikan syari'at Islam di tengah-tengah ummat. Banyak pemuda muslim yang acuh terhadap permasalahan ummat dan bungkam ketika Islam dipojokkan serta dilecehkan.

Akibatnya, ummat terjerat Islamophobia yang telah menjalar ke seluruh tubuhnya dari kalangan awam hingga kaum Intelektual. Menganggap syari'at Islam itu sebagai ancaman, intoleran, radikal, anti NKRI serta anti Kebhinekaan.

Darisinilah pemuda Islam harus bangkit dan menyongsong perubahan kaffah dengan menjadikan Islam sebagai standar kehidupan.[MO/sr]

Posting Komentar