Oleh: Dinda K

Mediaoposisi.com-  Ironis apa yang terjadi di negeri kita Indonesia ini yang penduduknya mayoritas muslim, ditengah derasnya arus islamisasi justru syariat-syariat islam banyak diserang. Tidak sedikit masyarakat yang mengkait-kaitkan segala permasalahan yang muncul belakangan ini dengan syariat islam.

Pastinya hal ini tak lepas dari sempurnanya Islam yang ajarannya mencakup segala segi kehidupan manusia. Sayangnya seringkali justru karena kesempurnaannya itulah kemudian islam sering atau hampir selalu menjadi kambing hitam.

Contoh kecil misalnya kasus poligami dan pelakor, ibu-ibu yang takut pada poligami pasti menyesalkan kenapa Islam harus menghalalkan poligami. Padahal yang berpoligami bukan hanya umat Islam, umat agama lain pun banyak yang melakukannya,tetapi hanya islamlah yang mengaturnya,sebagai solusi, bukan diskriminasi.

Kemudian kasus yang masih hangat adalah pengeboman yang dilakukan oleh satu keluarga di Surabaya. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan tiga anaknya ini mencoreng wajah Islam dimata masyarakat awam. Masyarakat seketika menghakimi islam bahkan mempersekusi orang-orang yang berpenampilan islami, maka semakin suburlah islamophobia.

Alquran memang mengatur masalah jihad. Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 73 yang  artinya, "hai nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahanam, dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya."

Dalam ayat tersebut jelas tergambar bahwa Allah SWT menyeru hambaNya untuk berjihad, akan tetapi ketika sebagian orang mengartikan terorisme sebagai jihad itu adalah berdasarkan pehaman yang dangkal, yang sangat jauh dari cara berjihad yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Masih banyak ayat-ayat lain dalam Alquran yang menyeru tentang jihad.

Kompasiana.com pada tahun 2015 pernah menulis tentang isu akan dihapuskannya 30 ayat dalam Alquran yang mengandung seruan Jihad. Hal ini sungguh adalah kebodohan dan kedzaliman yang nyata. Mereka yang menghakimi islam seolah melupakan bahwa dalam Al Qur'an juga dijelaskan bahwa terdapat banyak larangan membunuh. Jangankan membunuh jiwa seorang manusia, menakut-nakuti saja walaupun dalam konteks candaan pun dilarang dalam Islam.

Tidak akan ada, suatu aturan kehidupan yang tidak bisa kita temukan dalam Islam. Baik dari hal terkecil, yang mengurusi urusan pribadi manusia sampai urusan yang mengatur tentang negara. Sangat mudah bagi siapapun mengkaitkan segala sesuatu dengan Islam.

Ibarat ada sekumpulan orang yang melihat kedzaliman,  tetapi hanya satu orang yang berani melawan kedzaliman itu, maka satu orang inilah yang kemungkinan besar akan diserang, sedangkan orang lain yang hanya acuh tak acuh, membiarkan kedzaliman berlangsung, akan nyaman-nyaman saja. Bagi pihak yang takut pada kebangkitan peradaban islam dan bahkan menginginkan kehancuran Islam akan terus menjadikan Islam sebagai kambing hitam.

Sebagai umat yang cerdas, kita jangan sampai mudah termakan oleh isu yang menyudutkan islam. Hal yang harus selalu kita ingat adalah islam merupakan Rahmatan Lil Alamin dan merupakan agama yang paling benar disisi Allah. Terus menerus mengkaji dan memahami islam secara benar mutlak harus kita lakukan agar tidak menjadi umat yang tersesat.

Agar tidak menjadi muslim yang takut pada agamanya sendiri. Agar tidak menjadi muslim tetapi menentang tegaknya syariat-syariat Islam diatas muka bumi ini.[MO/sr]




Posting Komentar