Oleh : Aisyah Amini 
(anggota forum silaturahim muslimah banjarbaru)

Mediaoposisi.com-  Ketika seseorang berada dalam sebuah pertandingan, dimana hampir mendekati finish, maka yang dilakukannya adalah semakin bersemangat ia menuju garis finish. Bahkan  segala kemampuan akan dikerahkan agar ia menjadi pemenang.

Bahagia rasa hati ketika menjadi pemenang. Apalagi kalau mendapatkan hadiah yang jumlahnya banyak. Tentu semakin memotivasinya untuk menjadi pemenang. Bulan ramadhan kini tinggal beberapa hari. Kita telah berada di penghujung  bulan ramadhan. Adakah juga kita mengerahkan segala kemampuan untuk meraih kemenangan ramadhan?

Di penghujung ramadhan ini menurut nash alqur'an dan hadits, ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam tersebut adalah malam Lailatul Qadar. Sungguh beruntung orang yang mendapatkannya. Namun sayang, kadang kita melihat sebagian besar orang banyak disibukkan dengan perkara yang mubah.

Seperti banyak tidur, selalu berada didepan layar tv, sibuk menyiapkan berbagai kue lebaran, keliling pasar mencari baju baru dan lain-lain. Hingga waktu untuk ibadah kepada Allah SWT kurang optimal. Kalau melaksanakan hal-hal mubah saja termasuk merugi, karena telah mendapatkan kesempatan untuk meraih Lailatul qadar namun diabaikan.

Apalagi sampai melakukan maksiat, melanggar aturan Allah dan tidak menjalankan perintah Allah.Tentunya termasuk dosa besar dihadapan Allah Swt. Bagaimana bisa meraih kemenangan ramadhan, kalau tidak ada upaya untuk taat kepada Allah. Ketaatan kepada Allah, tidak bisa terbentuk dengan sendirinya. Ia harus ditempa dengan pembinaan diri, mengkaji islam secara konsisten. Menuntut ilmu agama merupakan fardlu 'ain bagi setiap muslim.

Ilmu dituntut untuk diamalkan dan disebarkan. Dengan ilmu tersebut ia akan faham dan mengerti untuk apa ia hidup serta akan jelas langkah tujuan yang ingin diraih dalam kehidupan di dunia dan setelah kehidupan dunia.

Muslim yang taat pasti ingin meraih kemenangan ramadhan. Kemenangan seperti apa yang ingin didapat ? Yang pertama, ingin mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Kedua, kemenangan yang mampu menjaga spirit dibulan ramadhan. Dimana ketika berada diluar ramadhan ia tetap khusuk dalam beribadah, semakin banyak melakukan amal shalih.

Nampak terlihat perubahan pada dirinya menjadi pribadi yang taat kepada Allah setelah ditempa pada bulan ramadhan. Ketiga, sebagaimana yang ada dalam alqur'an QS. Al-Baqarah ayat 183, bahwa diwajibkannya berpuasa agar menjadi orang yang bertaqwa.

Oleh karena itu hendaknya kaum muslimin bersungguh-sungguh dalam beribadah. Baik dibulan ramadhan ini maupun dibulan yang lainnya. Menjalankan apa yang telah diwajibkan Allah, seperti shaum dibulan ramadhan, menutup aurat, melakukan amar ma'ruf nahyi munkar,menuntut ilmu dan lain-lain.

Juga menjauhi apa yang dilarang oleh Allah,seperti menjauhi zina, tidak berekonomi riba, tidak meminum khamar, tidak berlaku dzalim dan sebagainya. Hendaknya kita mempergunakan kesempatan untuk meraih nikmat dan kebaikan ramadhan sebanyak-banyaknya. Semoga ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya ini tidak hanya ada didalam bulan ramadhan saja.

Tapi juga dibulan yang lain selain bulan ramadhan. Jika ketaatan tersebut terus berlangsung diluar bulan ramadhan, maka ini merupakan indikator telah meraih kemenangan.

" Sesungguhnya nilai amal itu ditentukan oleh penutupnya " (Imam Bukhari).
Marilah kita raih kemenangan ramadhan ini dengan kembali kepada aturan yang dibawa oleh nabi kita yaitu Muhammad Saw. Agar kehidupan ini diberkahi oleh Allah, di dunia dan akhirat.[MO/sr]



Posting Komentar