Oleh: Dwi P. Sugiarti
(Mantan Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa FTIP Universitas Padjadjaran)

Mediaoposisi.com-  Kata khilafah kini tengah ramai menjadi buah bibir. Perdebatan konsep khilafah memang sudah banyak diperbincangkan baik di negeri ini maupun dunia internasional. Di negeri ini, perbincangan tentang khilafah mulai ramai diperbincangkan ketika salah satu ormas islam yaitu hizbut Tahrir Indonesia(HTI) dicabut status badan hukumnya karena ide khilafah yang selama ini diserukan oleh HTI.

Hal ini karena ide khilafah dipandang sebagai sebuah konsep yang tidak relevan dengan konstitusi negara. Apalagi beberapa mengatakan bahwa khilafah menjadi sesuatu yang tidak mungkin diterapkan di negeri ini.

Ketua MUI Ma’ruf Amin mengatakan bahwa di era modern ini belum ada negara yang mengusung ide tersebut. Karena konsep Khilafah ini bukanlah sesuatu yang disepakati oleh seluruh umat Islam di 23 negara Islam di seluruh dunia. Akan tetapi kenapa Indonesia begitu menggebu-gebu ingin merubah NKRI menjadi Khilafah.

Padahal jika kita mau menelisik tentang sejarah negeri ini rasanya tak mungkin negeri ini terbentuk menjadi sebuah negara besar dengan segala ragam budaya,  bahasa,  suku dan ras.  Namun menurut Pakar Sejarah dan Pergerakan Islam, Dr. Tiar Anwar Bachtiar menyebutkan bahwa dari deretan nama-nama kelompok budaya yang ada di Indonesia tidak ada satupun nama budaya kelompok "Indonesia" sehingga pasti Indonesia akan sangat sulit untuk menyebutkan apa "8" itu?.

Akan tetapi, kesadaran masyarakat warga negara tetap harus dibangun bahwa mereka adalah satu kesatuan antara satu dengan yang lainnya walaupun mereka berbeda-beda budaya, bahasa dan ras.

Oleh karena itu semenjak Indonesia merdeka bahkan beberapa saat sebelumnyapara tokoh intelektual penganjur dan pejuang berdirinya Indonesia berusaha untuk mencari unsur-unsur kesamaan yang dapat membentuk persatuan bangsa yang baru akan dibentuk ini. (dikutip dalam bukunya yang berjudul Jas Mewah - Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah Dan Dakwah)

Oleh karena itu,  jika negeri ini berawal dari ketidakmungkinan sebab Indonesia punya sejarah kelam yaitu keterjajahan selama ratusan tahun.  Namun mampu merdeka dan terbebas dari penjajahan kolonial. Kesadaranlah yang membuat masyarakat negeri ini bangkit dan bergerak. Terlebih konsep khilafah berasal dari islam.

Secara umum khilafah adalah konsep kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia untuk menegakkan syariat islam dan mengemban dakwah islam ke penjuru dunia.  Walaupun tidak dijelaskan secara tekstual kata khilafah dalam Al quran namun konsep ini secara kontekstual telah digambarkan dalam surat Albaqarah :208 yang menyebutkan bahwa setiap orang beriman wajib menerapkan islam secara menyeluruh.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

Tentukeseluruhan penerapan syariat hanya akan terlaksana secara sempurna dengan keberadaan negara yaitu khilafah islamiyyah. Tak hanya itu konsep khilafah ini digambarkan sebagai sebuah kabar gembira (Bisyaroh)  dari Rasulullah yang diriwayatkan dalam sebuah hadits berikut :

"Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Oleh karenanya munculnya khilafah adalah sebuah keniscayaan. Ia akan muncul ketika kesadaran umat ini terbentuk hingga mereka sadar bahwa persatuan umat muslim adalah sebuah keharusan demi tercapainya penerapan islam secara menyeluruh.[MO/sr]

Posting Komentar