Oleh : Abu Abdillah

Mediaoposisi.com- Perjuangan dalam politik menjadi sesuatu yang sangat urgen demi menyelamatkan bangsa dan negara, tapi dalam realitasnya kita dapati mayoritas masyarakat berpandangan bahwa politik itu adalah ranah yang cenderung menjerumuskan pada jurang kehancuran.

Ada yang mengatakan politik itu kotor, politik itu kejam, politik itu gak kenal kawan malah yang ada adalah lawan abadi dll. jadi jangan berkiprah dalam dunia politik sebab politik akan menghancurkanmu dan merusak harga dirimu.

Buktinya sudah banyak dari mereka yang awalnya seorang tokoh agama menjadi tidak berkharisma lagi ketika terjun dalam politik + hilang dah agamanya, justru agama dijadikan sebagai tunggangan berpolitiknya.

Bahkan dari saking parahnya sampai-sampai ada statement dari salah seorang profesor yang mengatakan "Malaikat saja kalau masuk dalam dunia politik (sistem demokrasi) bisa menjadi iblis". Terus kalau manusia bisa jadi setan kali ya, heeee.

Mengapa yang demikian itu terjadi ?, karena sistemnya memang berpotensi besar membuka jalan pada jalan ketimpangan sistematis (Jahiliyah Modern). jadi apa-apa yang berasal dari sistem yang bobrok maka akal kita tidak bisa mengelak dan bisa dipastikan akan menghasilkan ketimpangan demi ketimpangan.

Bahkan persepsi masyarakat awam sekalipun menyatakan hal yang tak jauh beda bahwa politik itu memang rusak dan hanya mengutamakan kepentingan daripada keadilan. So citra buruk politik sudah terngiang ditelinga masyarakat menjadi sebuah opini umum.

Memang kita akui bahwa politik yang berpotensi merusak adalah "Politik praktis" (pragmatis) yang berlandaskan pada sistem "Demokrasi Kapitalis" yang secara asas dan rinciannya memang bertentangan dengan Sistem Islam yg menjunjung tinggi peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Dalam tataran praksisnya pragmatisme politik ini justru sama sekali tidak selaras dengan pancasila itu sendiri yang dikatakan sebagai ideologi bangsa, pemersatu agama, menciptakan kerukunan antar etnis, mengayomi semua dll. Terusssss "seorang pancasilais itu seperti apa ???".

Indonesia itu memang sangat ramah tamah sekali terhadap asing, melindungi betul terhadap investor² asing yang siap mengeruk potensi alamnya, sangat adil sekali dalam keburukan²nya, dibagi rata cara korupsinya dsb. Hal ini tidak lagi membudaya tapi sudah menggurita. Catet ya MENGGURITA heeee.

Dengan begini jadi bertanya-tanya, mana yang suka koar² membela mati²an menjunjung tinggi pancasila ???. Kok tidak kunjung teratasi super krisis multi dimensi dinegeri kita tercinta ini. Mana pula yang menjunjung tinggi ayat konstitusi melebihi dari ayat suci (Al-Quran) ???.

Pancasila sebatas dijadikan label atau kedok belaka yg sebenarnya dalam realitasnya jauh dari nilai² pancasila bahkan parahnya pancasila dijadikan sebagai topeng ideologis penindasan minoritas atas mayoritas yang semakin hari semakin tampak menggila, sungguh tragis.

Pandangan filosofis dari pancasilanya itu sendiri sangat bagus dan memang tidak bertentangan dengan Islam, itu benar adanya. Malah jika ingin lebih disempurnakan lagi Islam justru tidak sekedar 5 sila tapi "Multi Sila" yang seharusnya dijadikan sebagai Ideologi Negara.

Dengan demikian sudah saatnya kita sadar diri melek politik dan kembali pada jalan kebenaran Islam yg memiliki konsep politik (Siyasah Islamiyah) untuk mengatasi seluruh persoalan akut yg menimpa dunia pada umumnya dan indonesia pada khususnya.

Kita harus meluruskan kembali arti politik yang sudah terdistorsi akibat praktek politik pragmatis sekularis sehingga masyarakat terpahamkan bahwa arti politik tidak bisa digeneralisir menjadi sesuatu yang menakutkan (Phobia) dan merusak melainkan POLITIK YANG BENAR ADALAH SELARAS DENGAN ISLAM.

As-Siyasah (politik) adalah memberikan sesuatu yg memberi mashlahat padanya. Politik bermakna mengurusi urusan berdasarkan suatu aturan tertentu yg berupa perintah dan larangan dari Allah dan Rasulnya (SYARIAH).

Didalamnya juga terdapat syarat bahwa harus ada orang atau organ yang menjalankan urusan ditengah² rakyat yang membawa rakyat melewati jalan kebaikan dan membebaskan orang yang terzalimi dari pihak yang dzalim dan hal ini hanya bisa diatasi oleh #Daulah_Khilafah_Ala_Minhajin_Nubuwah.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita mulia Izul Islam wal Muslimin dalam bingkai #Khilafah maka disini membutuhkan suatu Jama'ah/Kutlah/Partai Politik (Hizbun Siyasiyun) yang berlandaskan pada Syariat Allah yang digali berdasarkan Qur'an, Sunnah, Ijmak Shahabah dan Qiyas Syar'ie.

Sehingga posisi sebuah partai dalam perjuangannya hanya fokus pada persoalan utama memperjuangkan diterapkannya Syari'ah Allah dimuka bumi dalam institusi negara yang mana hal ini memang termasuk perkara ushul (Ma'lumun minaddinid Darurah) yang sudah disepakati kewajibannya oleh ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Partai politik Islam adalah partai yang berupaya menyadarkan masyarakat dan berjuang bersamanya untuk melanjutkan kehidupan Islam, tidak ditujukan untuk meraih suara dalam pemilu atau berjuang meraih kepentingan yang hanya sesaat.

Melainkan partai yang berjuang untuk merubah sistem sekular menjadi sistem yang diatur oleh Allah yang mengikat mereka hingga terorganisir menjadi satu kesatuan serta orientasi, nilai, cita-cita, tujuan dan kebijaksanaan yang semuanya haruslah didasarkan pada Islam.

Dengan kata lain, partai politik yang harus ada adalah tegak diatas ideologi (mabda) Islam atau partai Islam Ideologis.

Berdasarkan hal tersebut, PARTAI POLITIK ISLAM adalah partai yang berideologi Islam, mengambil dan menetapkan ide-ide, hukum-hukum dan pemecahan problematika dari Syari'ah Islam, serta metode  operasionalnya mencontoh metode (thariqah) Rasulullah SAW.

Namun anehnya mereka sering meng-KLAIM, bahwa orang yang berpandangan menyeluruh tentang Islam sebagai ajaran yang lengkap dalam segala aspeknya termasuk dalam bidang POLITIK sering dituduh macem², Radikalis lah, Fundamentalis lah, Ekstrimis lah dsb. dianggap juga selalu berapologi (membela atau mempertahankan diri). Entah mengapa dan ada apa, atau karena apakah ???.

Tapi bagaimanapun juga Ideologi Islam harus dikembalikan secara menyeluruh oleh umat dalam kehidupan mereka. Sebab dengan Ideologi itulah umat ini akan kembali bangkit dan tersadarkan bahwa mereka mempunyai tanggung jawab besar terhadap agamanya.[MO/sr]

Posting Komentar