Oleh : Andini Sulastri
(Mahasiswa STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com- Saat ini total saldo yang harus disediakan oleh negara telah mencapai ribuan triliun. Hutang luar negeri Indonesia sudah menempati posisi yang sangat melambung. Kondisi ini terus meningkat tanpa diiringi dengan penurunan ataupun solusi yang dapat menyelamatkan posisi Indonesia.

Hutang luar negeri Indonesia tercatat mencapai USD 356,23 miliar atau setara dengan Rp. 4.907 triliun hingga Februari 2018.

Hutang luar negeri per akhir Februari tersebut tumbuh pesat sebesar 9,5 persen, hal ini melambat dibanding bulan sebelumnya sebesar 10,4 persen. (m.liputan6.com)
Status hutang luar negeri Indonesia sudah menduduki posisi membahaya bagi pertahanan negara yang mengancam kesejahteraan bangsa.

Total sudah mencapai tingkat atas dengan kondisi akan terus meningkat tiap bulannya karena kelambatannya pemerintah mengatasi permasalahn pembayaran hutang tersebut. Wajar bila saat ini terdata bahwa ada ratusan jiwa rakyat yang terkategori miskin. Kemiskinan itu pun terjadi atas keterkaitannya dengan kondisi negara saat ini.

Banyak pengangguran pun termasuk pengancaman untuk negara itu sendiri. Karena semakin banyak pengangguran berarti negara pun akan semakin sedikit menerima penghasilan yang didapat. Dan berpengaruh pada keuangan negara serta secara otomatis menyangkut kepada permasalahan dalam bidang hutang luar negeri Indonesia yang belum bisa terminimalisir.

Hal ini dibutuhkan penanggulangan pemerintah secara sigap agar dapat mengatasi permasalahan yang membeludak dalam negeri. Membengkaknya hutang saat ini dikarenakan sistem yang diembannya pun salah. Sistem kapitalisme yang saat ini terterap memahamkan pinjam meminjam yang dijadikan bisnis antek-antek kapitalis.

Dengan melebihkan setiap angsuran yang tidak tertutupi tiap bulannya. Hal inilah yang membuat saldo hutang membengkak tiap bulannya. Maka wajar jika hutang luar negeri Indonesia tidak surut-surut dan bahkan semakin melambung tinggi.

Dalam Islam hal ini termasuk pada kategori riba. Riba disini merupakan kelebihan. Kelebihan pada kasusu hutang-piutang yaitu dengan membayar lebih hutang dari saldo yang dipinjam di awal. Inilah yang dilakukan barat sebagai bisnis mereka dengan mempermainkan denda di setiap bulannya atas tidak tertutupinya pembayaran pada waktu yang telah disepakati.

Pemerintah adalah pemimpin yang bertanggungjawab atas rakyatnya, baik didunia ataupun di akhirat. Dalam Islam semua urusan diatur secara mendetail.

Hukuman riba disini yang paling ringan yaitu seperti anak laki-laki yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Bisa dibayangkan seperti apa kejinya. Dan pemerintah harus menanggung itu semua.

Disamping hutang yang meningkat tinggi, pemerintah justru memberikan upah yang sangat bombastis kepada rekannya, mencapi 100 juta. Padahal masih banyak rakyat yang terlantar dan terlewat dari pengawasannya.[MO]

Posting Komentar