Oleh : Indah Nurhayati
(Mahasiswi STEI HAMFARA Yogyakarta)

Mediaoposisi.com-  Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar dunia, pada tahun 2017 jumlah penduduk Indonesia mencapai angka 250 juta jiwa (bps.go.id) dengan 128 juta penduduknya yang merupakan angkatan kerja.
Namun dari sekian banyak angkatan kerja yang terdata, 7 juta diantaranya tidak bekerja, alias menganggur (2017) Peningkatan jumlah pengangguran pun meningkat setiap tahunnya

Hal ini tentu saja dapat kita indra bersama, setiap tahunnya berapa banyak perguruan tinggi serta universitas yang meluluskan mahasiswanya, yang jumlahnya bisa mencapai ratusan orang, yang notabenenya  setelah itu pasti kebanyakan dari mereka memanfaatkan gelar strata satunya untuk mencari pegawean, dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang layak dengan gaji yang lumayan atas jerih payahnya menempuh pendidikan pada empat tahun terakhir

Tak jauh jauh dari itu, siswa yang baru lulus SMA sederajat pun, ikut ikutan mencari pekerjaan, karena untuk lanjut ke jenjang selanjutnya biaya juga tak mendukung, banyak yang beranggapan bahwa lebih baik bekerja lalu mendapat uang dari pada harus mengeluarkan uang untuk melanjutkan pendidikan, toh kuliah tak kuliah sama saja

Banyak juga yang memaksakan bekerja, dengan kata lain mengerjakan apa saja yang dapat mendatangkan pundi pundi rupiah, walaupun tak seberapa dengan hasil jerih payah. Alhasil mereka bersedia banting tulang walaupun gajinya tak sesuai, yang penting ada pemasukan, begitu kata mereka. Semua itu mereka lakukan semata mata hanya untuk melanjutkan hidupnya,

Dari pengangguran ini juga, maka lahir penyakit sosial di masyarakat seperti pencurian, pemalakan dan sebagainya, yang mereka melakukan hal tersebut hanya untuk mendapatkan rupiah guna menyambung hidup,

karena mereka sudah tak tau lagi apa yang harus mereka perbuat, apalah daya bagi orang orang yang berpendidikan rendah, keterampilan pun tak punya
Tak peduli dengan cara yang tak halal sekalipun. Yang penting hari itu dan seterusnya perut mereka dapat terisi, Seberat apapun resikonya.

Kemiskinan juga menjadi anak yang lahir sebab membludaknya jumlah penganggur. Bagaimana tidak, ditengah gilanya zaman saat ini, semua hanya bisa didapatkan dengan uang, apa jadinya jika seseorang menganggur, maka otomatis tak akanlah ia bisa memenuhi kebutuhannya, pekerjaan saja tak punya. Sedangkan uang tak mungkin jatuh dari langit, melainkan hanya akan didapat dengan cara bekerja dan berusaha

Begitulah sedikit potret negeri ini, dimana banyak sumber daya manusia, namun tak cukup banyak lapangan pekerjaan tersedia, sehingga akibatnya banyak yang terpaksa menjadi pengangguran di usia produktif mereka

Pengangguran bukanlah masalah baru di negeri ini, walaupun sudah berkali kali masa kepemimpinan berganti, pengangguran masih menjadi PR besar yang belum tertunaikan sampai saat ini. Usia yang dimana seharusnya mereka bisa bersinar gemilang dan  berperan penting dalam memajukan negeri ini terpaksa menjadi sia sia karena tak adanya wadah yang bisa memberdayakan serta mengembangkan potensi mereka. [MO/sr]


Posting Komentar