Oleh: Ulfah Fauzi
(Mahasiswi STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com-  Emas dan perak memiliki keunikan dan nilai yang tinggi. Pada saat mata mata uang kuat seperti dolar AS kehilangan kepercayaan pada saat krisis. Orang ramai-ramai memborong emas. Mata uang emas tidak dapat dimanupulasi dan dicetak seenaknya oleh pemerintah sebagaimana halnya uang kertas.

Dengan demikian standar mata uang emas akan menghapus salah satu masalah di perekonomian, contoh nya inflasi yang selama ini ditimbulkan oleh mata uang kertas. peluang inflasi memang dapat terjadi jika terdapat tambahan pasokan emas ke dalam negeri seperti akibat peningkatan ekspor.

Namun demikian, jika tidak ada hambatan sirkulasi perdagangan, penyesuaian harga akan secara alamiah. Peningkatan jumlah emas akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi barang dan jasa sehingga harga akan kembali normal.

Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 2 poin atau 0,01% di Rp13.880 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (5/6/2018). Bisnis.com

Kita tahu pelemahan tersebut memberikan dampak negatif terhadap perekonomian. Beban APBN semakin besar karena sebagian utang harus di bayar dengan dolar dan sebagian belanja barang dan modal juga berasal dari impor. Pelemahan Rp 100 saja dari asumsi yang dipatok pada APBN akan menambah belanja langsung hingga Rp 2,5 triliun.

Biaya impor pun semakin mahal. Beban utang valas pemerintah dan swasta semakin tinggi. Harga barang-barang impor meningkat dan barang yang mengandung bahan baku impor meningkat (imported inflation).

Rusaknya tatanan moneter negara ini dan dunia secara menyeluruh membutuhkan solusi yang fundamental. Islam yang merupakan wahyu dari Allah SWT telah memberikan solusi yang sangat terang atas segala persoalan manusia termasuk dalam masalah standar mata uang.

Islam telah menetapkan bahwa mata uang yang wajib digunakan oleh negara adalah mata uang emas dan perak.

Standar emas juga akan mengurangi masalah perdagangan internasional akibat ketidakstabilan kurs mata uang. Pasalnya, nilai mata uang negara ditentukan oleh nilai emas dan perak itu sendiri, tidak bergantung pada kekuatan ekonomi dan politik suatu negara.[MO/sr]

Posting Komentar