Oleh : Winda Sari 
(Mahasiswi)

Mediaoposisi.com- Wahai jiwa yang tenang ! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba Ku, dan masuklah ke dalam surga Ku.

Sepenggal ayat-ayat cinta Nya yang menusuk kalbu, membuat siapa saja yang membaca atau mendengarnya, akan luluh lantak kesombongan dalam diri oleh kebesaran Nya. Sebagai umat muslim yang sudah dijelaskan dalam Al Quran bahwa umat muslim adalah umat terbaik, maka untuk bisa menjunjung tinggi sebagai umat terbaik harus siap melaksanakan syariah Islam secara kaffah/sempurna/menyeluruh/totalitas sebagai muslim.

Sebagai umat terbaik harus patuh dan taat kepada hukum syara’, tidak mengambil hukum syara’ sebagian saja melainkan keseluruhan. Sebagai umat terbaik pula harus mau ketika syariah Islam itu benar-benar diterapkan dalam kehidupan.

Eksistensi umat Islam sebagai umat terbaik itu sebenarnya tidak akan pernah pudar dimakan zaman, hanya saja terkadang umat menyepelekan syariah dan menganggap bahwa hidup ini biasa-biasa saja jangan terlalu fanatic agama. Pemikiran umat muslim sekarang yang bisa dibilang mengalami kemunduran membuat eksistensi umat muslim sebagai umat terbaik tercoreng.

Hal tersebut tentu tak lepas dari peran Negara dalam membina umat. Negara lah yang bertanggung jawab atas umat yang ada di dalamnya. Peran Negara dalam membentuk kepribadian umat pengaruhnya besar. Sebab pembinaan yang dilakukan oleh Negara mencakup keseluruhan bidang kehidupan.

Tentu, dalam membina umat agar umat benar-benar berakidah Islam, tsaqafahnya juga tsaqafah Islam, serta berkepribadian Islam sehingga status sebagai umat terbaik yang Allah berikan benar-benar tercermin dalam diri umat muslim, tidak bisa dilakukan ketika Negara itu tidak berlandaskan Islam. Hal ini berarti harus diterapkan syariah Islam dalam kehidupan, baik mengatur masalah sosial, ekonomi, pendidikan, maupun tataran politik.

Ketika Negara telah menerapkan syariah Islam secara kaffah, maka kehidupan akan diwarnai oleh nilai-nilai agama. Dampaknya besar bagi umat, umat akan patuh dan taat pada aturan dari Allah. Namun, apabila Negara itu tidak menerapkan syariah Islam secara kaffah atau hanya syariah itu hanya digunakan ketika ada persoalan yang bersangkutan dengan agama maka Negara dalam membina umat akan menggunakan aturan yang lain selain Islam.

Secara otomatis, umat akan berkepribadian yang tidak sesuai dengan Islam. Terlebih lagi dalam sistem sekular seperti sekarang ini. Maka untuk memerangi sistem sekular ini dengan syariah Islam. Tidak ada aturan yang sempurna kecuali aturan dari Allah dan tidak ada sistem yang sempurna kecuali sistem Islam.

Ketika sistem Islam diterapkan, outputnya luar biasa. Tidak hanya lancarnya urusan kenegaraan tetapi juga akan melahirkan umat terbaik dari kalangan pemuda. Oleh karena itu, perjuangan agar syariah Islam bisa diterapkan dalam kehidupan tetap lanjut sampai syariah Islam ini benar-benar diterapkan, yaitu ketika Islam sudah bangkit dan khilafah kembali mempimpin dunia atau sampai Allah memanggil kita.[MO/sr]


Posting Komentar